Kurikulum 2013 Disetop, Negara Rugi Rp2 Triliun

Jakarta, MC – Kebijakan pemerintah dalam hal ini Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan menghentikan kurikulum 2013 dan mengembalikan kurikulum 2006 menuai ragam pendapat. Ada yang setuju dan ada pula yang kurang setuju.

Seperti yang diungkap oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengungkap tidak setuju jika Kurikulum 2013 dihentikan.

Sebab, proses perumusan dan penerapan kurikulum di masa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono itu telah menghabiskan anggaran hingga triliunan rupiah, sehingga rugi besar bila dihentikan.

“Penghentian kurikulum ini implikasinya berat. Saya dengar itu (Anggaran Kurikulum 2013) mencapai di atas Rp2 triliun untuk mencetak bukunya, kalau ini masuk APBN ini kan hangus. Nah, jangan ini sampai mubazir,” kata Fahri seperti yang dikutip dalam sebuah situs online, Senin, 8/12.

Menurutnya, suatu kebijakan dibuat harus efektif dan efisien. Sehingga, negara tidak dirugikan, sebab Kurikulum 2013 yang menelan anggaran besar telah berjalan.

“Jadi, jangan karena ingin sesuatu yang baru semuanya harus begini dan begitu,” kata Fahri. (red)