KY : Hasil Penilaian Calon Hakim Agung adalah Informasi Tertutup!

Jakarta, MC – Komisi Informasi Pusat (KIP) telah menggelar persidangan tertutup dengan melakukan pemeriksaan setempat di Kontor Komisi Yudisial, Kamis (10/09).

Pemeriksaan setempat ini dilakukan untuk memeriksa dokumen penilaian Calon Hakim Agung (CHA) di Komisi Yudisial (KY). Dokumen tersebut merupakan objek dari sengketa informasi yang melibatkan Federasi Serikat Pekerja Pariwisata dan Sektoral Indonesia sebagai Pemohon informasi dengan Komisi Yudisial sebagai Badan Publik.

Menurut Panitera Pengganti KIP Indah Puji Rahayu, pemeriksaan dokumen tersebut telah berjalan sesuai dengan agenda tanpa dihadiri oleh Pemohon karena bersifat tertutup. Pemeriksaan dokumen yang dilakukan selama lebih dari satu jam ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Jendral (Sekjen) sekaligus Atasan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Komisi Yudisial Danang Wijayanto.

Indah menjelaskan, KY melalui Danang Wijayanto telah secara tegas menyatakan bahwa informasi mengenai hasil penilaian Calon Hakim Agung merupakan informasi tertutup dan tidak bisa diakses oleh Publik. Sebab, menurutnya, jika informasi tersebut dibuka kepada publik dapat mengungkapkan rahasia pribadi seseorang sebagaimana diatur dalam UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) Pasal 17 huruf h.

Apalagi, dalam seleksi CHA sebagaimana diatur dalam Peraturan Komisi Yudisial Nomor 1 Tahun 2014 tentang Seleksi Calon Hakim Agung, telah dinyatakan dengan tegas bahwa penilaian terhadap seleksi kualitas berupa “karya profesi, karya tulis, dan kasus hukum” akan diberikan identitas samaran sehingga bersifat tertutup.

Sebelumnya, Federasi Serikat Pekerja Pariwisata dan Sektoral Indonesia telah mengajukan permohonan informasi ke Komisi Yudisial. Informasi yang diminta FSP Paras Indonesia adalah (1) nilai tes kualitas, dan nilai kumulatif rata-rata tes wawancara Calon Hakim Agung (CHA) atas nama Dr. Fauzan, S.H.,M.H. (2) Nilai kumulatif rata-rata tes wawancara, dan nilai rata-rata tes kualitas dan tes wawancara CHA atas nama Dr. Fauzan, S.H.,M.H. dan (3) Nilai akhir dari masing-masing 4 (empat) CHA pada Kamar Perdata.

Ketua Umum FSP Paras Indonesia Syahrul Pasa mengatakan, pihaknya mengajukan permohonan informasi itu kepada KY adalah untuk memastikan bahwa pelaksanaan seleksi Calon Hakim Agung pada Periode I Tahun 2015 dilaksanakan dengan transparan dan sesuai peraturan perundang-undangan. “Jika seleksi calon hakim agung itu dilaksanakan sesuai peraturan, mengapa KY masih juga enggan membuka informasi itu?” ujar Pasa.

Menurutnya, KY harus bersedia memberikan informasi publik kepada pihaknya. Pasalanya, Fauzan selaku peserta seleksi CHA dalam persidangan sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat telah secara jelas menyatakan bahwa ia tidak keberatan jika informasi terkait penilaian dirinya sebagai Calon Hakim Agung diberikan kepada FSP Paras Indonesia.

Sidang sengketa informasi antara FSP Paras Indonesia dengan Komisi Yudisial selanjutnya akan dilaksanakan pada hari Senin (21/09) di Ruang Sidang Komisi Informasi Pusat. Sidang tersebut bersifat terbuka sehingga dapat dihadiri oleh Pemohon dan juga masyarakat umum.

Sumber : Komisi Informasi Publik (KIP)