Legislator Baru, Harus Lebih Baek

Wajo, MC – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terpilih dalam Pemilu Legislatif (Pileg) dilantik, masyarakat menitip harapan.  Harapan mereka tidak banyak, cukup dengan kalimat anggota dewan yang terhormat agar “KONSISTEN” bekerja dan melaksanakan tugasnya dengan baik.

Kata Konsisten jika didefinisikan adalah sikap atau perbuatan manusia yang taat terhadap kata-kata yang pernah diucapkan, tidak berubah-ubah dan memiliki niat untuk menunaikan perkataan, janji atau-pun amanah yang dipercayakan kepadanya.

Konsisten dalam pengertian awam-nya, bisa pula menjadi  cerminan kepribadian  seseorang.
Namun, jangan-lah kita terfokus pada defenisi kata KONSISTEN ini. ada baiknya kita mencermati saran dan pendapat masyarakat terhadap Wakil Rakyat  yang dilantik ini. Seperti yang diungkap oleh para tokoh pemuda dan  akademisi yang kami rangkum dalam tulisan dibawah ini.

Sebut saja, nama salah seorang Tokoh Pemuda di Wajo, Syamsul Bahri, Ketua Yayasan Bahtera Rakyat.  Dia menginginkan anggota dewan  terpilih mempersembahkan yang terbaik dan konsisten melaksanakan tugas yang diembang sebagai Wakil Rakyat.

Dia berharap  anggota dewan ini menjadi legislator sejati, bukan anggota dewan  yang kerjanya hanya duduk manis dibelakang meja sibuk dengan urusan pribadi-nya dan melupakan tupgas pokok dan fungsinya.
Menurutnya, anggota dewan harus berani memperjuangkan aspirasi rakyat, kedepankan idealisme, bertindak atasnama rakyat dan bisa mengakomodir kepentingan masyarakat secara umum.
Anggota dewan, harus mampu menjalankan fungsi kontrol (pengawasan), budgeting (penganggaran) dan legislasi (penyusun aturan) tanpa harus dimaintenance oleh pihak lain.

Bila ketiga fungsi ini dilaksanakan dengan baik, maka yakin harapan masyarakat bisa terwujud. Namun, jika tidak, maka harapan masyarakat terhadap para anggota dewan ini hanya kiasan belaka.
Tidak itu saja, anggota dewan yang dilantik ini mestinya lebih baik dari anggota dewan sebelumnya. Wajo butuh kemajuan dan jangan pernah alami kemunduran.
“Kalimat ini harusnya menjadi sugesti dalam diri anggota dewan,” terang Direktur Celebes International School (CIS) Wajo ini.

Hal yang sama juga ditarakan oleh A Bau Mallarangeng, salah seorang akademisi hukum di Wajo.
Menurutnya, untuk mencapai kemajuan dan maksimalnya pelaksanaan tugas dan fungsi legislator ini, disarankan anggota dewan  intens mengikuti bimbingan tekhnis (Bimtek).

Jangan sampai, kata Mallarangeng, ketika duduk anggota dewan ini bingung, harus berbuat apa. Kalau itu terjadi, maka yakin akan muncul kesan negatif akan kemampuan legislator Wajo.
Bimtek, sambung Mallarangeng, dianggap penting karena melalui bimtek itu-lah anggota dewan memperoleh banyak masukan untuk bekalnya nanti selama lima tahun menjabat.

Contoh, ketika anggota dewan diminta untuk melaksanakan fungsi pengawasan-nya terhadap pelaksanaan program jajaran eksekutif. Tentu yang bisa melakukan pengawasan hanyalah mereka yang paham dan mengerti dengan tupoksinya.
Terlebih, yang mesti  diawasi adalah kalangan pejabat yang  nota bene memiliki kemampuan lebih, baik dari sisi pengalaman maupun dari disiplin pendidikan.

“Maka akan lucu ketika orang yang mengawasi ini kalah pengalaman dari orang yang diawasi. Padahal, keduanya harus seimbang, dan itulah pentingnya bimtek bagi para anggota dewan ini,” terang Mallarangeng.
Begitupula dengan pelaksanaan fungsi budgeting dan legislasi. Bila anggota dewan-nya kurang memahami kedua fungsi ini maka akan terjadi kepincangan dalam roda pemerintahan.  “Pilar eksekutif dan legislatif harus berdiri tegak dan sejajar, dari itu perbanyak bimtek agar tidak pincang-pincang,” kunci Mallarangeng. (Penulis : Nur Asri, SH)