Legislator Wajo Desak Kapolres Bersikap Adil Tangani Kasus Kades Parigi

Wajo, MC – Kepala Kepolisian Resort Wajo AKBP Masrur diharap untuk bersikap adil dalam penanganan kasus penganiayaan yang menimpa anggota-nya, Selasa, 17/2 lalu di Paria Kecamatan Majauleng.

Dia (Kapolres, red) diminta untuk tidak berat sebelah apalagi sampai melindungi anggotanya, Kanit Reserse Polsek Takkalalla Sahri Wijaya dari jeratan hukum bilamana dalam pemeriksaan terbukti melakukan pelanggaran.

Hal itu diutarakan oleh Baso Oddang, Legislator Wajo kepada mediacelebes.com, Kamis, 19/2.

Dia mengungkap, meski dalam kasus tersebut anggota Polres Wajo berstatus sebagai korban setelah dihantam senjata tajam oleh pria yang bernama H Ride, suami dari Hj Kartini Kepala Desa Parigi, namun diharap pihak kepolisian tidak terfokus pada kronologi penganiayaan saja.

Harusnya, kata Oddang, kepolisian juga memperhatikan sebab akibat terjadinya penganiayaan. Kepolisian harus pula melakukan pemeriksaan kepada anggotanya setelah beredar kabar ditengah masyarakat oknum penegak hukum ini mengganggu istri pelaku (Ibu Kades Parigi).

“Saya berharap Kapolres bersikap fair menyikapi kasus ini, kalau H Ride melakukan pemarangan kepada Kanitres Takkalalla Syahrir Wijaya, itu pasti ada penyebabnya, pasti ada alasan sehingga pelaku gelap mata dan melakukan perbuatan diluar batas kewajaran seperti itu,” ungkap Baso Oddang.

Dikatakan bahwa, pelaku penganiayaan dalam kasus ini sudah jelas, namun yang patut menjadi perhatian adalah sanksi terhadap seseorang yang juga adalah korban karena disebut-sebut telah mengganggu istri pelaku.

Bahkan, terang Oddang, dari informasi yang diterima dari warga, oknum penegak hukum ini sudah pernah diperingatkan secara langsung oleh pelaku untuk tidak mengganggu istrinya.

“Saya dengar oknum polisi ini sudah pernah diperingatkan oleh pelaku untuk tidak mengganggu istrinya, namun, kemungkinan tidak digubris, mungkin itulah alasan H Ride menganiaya Sahrir Wijaya,” pungkas Oddang.

Lanjut Oddang mengungkap bahwa pelaku bersama istrinya, adalah warga Dapil-nya, sehingga tentu aspirasi yang diterima, baik secara langsung maupun tidak langsung harus dikemukakan, terlebih kasus ini mendapat perhatian dari masyarakat.

“Untuk itu saya harap Kapolres bersikap tegas dan fair, warga berharap agar pihak Kepolisian kedepankan rasa keadilan dan tidak berat sebelah, dan tentu yang bersalah tetap bersalah dan yang memicu terjadinya permasalahan tentu harus diproses sesuai hukum yang berlaku, termasuk oknum polisi (Muh Rafi) yang melakukan penembakan saat kejadian, agar tetap menjalani pemeriksaan dan tidak kebal hukum,” terang Oddang.

Penulis : Nur Asri, SH