Lembaga Amerika Adakan Tes Kemampuan Membaca Siswa Sulawesi Selatan

Maros, MC – Lembaga Hibah Pendidikan Amerika Serikat USAID PRIORITAS kembali mengadakan penelitian kemampuan membaca  siswa tingkat awal (Early Grade Reading Ability/EGRA)  di Sulsel.  Penelitian ini dilaksanakan selama bulan November 2014 di tiga kabupaten di Sulawesi Selatan, yaitu Maros, Wajo dan Bantaeng. Sebelumnya hasil penelitian awal tahun 2014 oleh lembaga ini di tujuh provinsi di Indonesia menghenyakkan banyak kalangan.

80 persen siswa kelas tiga SD yang diteliti, mengenali huruf dengan baik. Mereka lancar membaca kata bermakna dan tidak bermakna. Namun ketika ditanya  isi bacaan untuk menguji pemahaman terhadap suatu bacaan, kurang dari 4 persen yang nilainya baik. “Kelancaran membaca anak-anak kita seperti negara maju. Namun dalam pemahaman terhadap isi bacaan kita kalah dari beberapa negara ASEAN,” ujar Jamaruddin, Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sulawesi Selatan.

Hasil penelitian ini semakin mempertegas bahwa anak-anak Indonesia, masih terlalu fokus  menghapal, tanpa mengerti dan memahami apa yang dihapalnya. Mereka belum banyak menggunakan nalarnya untuk memahami bacaan. Apabila tidak diadakan intervensi dengan program yang sesuai, kondisi ini dikhawatirkan, membuat anak-anak Indonesia ke depan tidak imajinatif dan kreatif. “Salah satu penyebabnya adalah anak-anak dibiasakan gurunya menghapal huruf, bukan diarahkan secara kreatif menemukan sendiri bunyi huruf-huruf yang dibacanya,” ujar Mustajib, Communication Specialist USAID PRIORITAS.

Dalam penelitian tersebut, Lembaga Hibah Amerika Serikat ini menggunakan instrument Tes EGRA  yang dianggap tepat untuk mengumpulkan data dasar kemampuan membaca anak-anak dan kesulitan yang mereka alami dalam membaca. Apabila kesulitan-kesulitan tersebut terpetakan, maka akan lebih mudah melakukan intervensi program  yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan membaca mereka.

Salah satu intervensi yang dilakukan USAID PRIORITAS adalah mengenalkan pembelajaran PAKEM dan Kontekstual di sekolah. Pembelajaran ini menempatkan guru sebagai fasilitator dan anak-anak  didorong secara kreatif mengembangkan nalarnya, lewat berbagai metode pembelajaran yang lebih berfokus pada kegiatan anak-anak. Salah satu tujuan tes EGRA yang diadakan bulan November 2014 ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh intervensi USAID PRIORITAS terhadap kemampuan baca anak setelah program berjalan kurang lebih dua tahun.

Tes EGRA yang dilakukan memakai aplikasi tangerine yang dikembangkan oleh RTI ini meliputi: (1) membaca huruf, (2) membedakan bunyi awal (fonem), (3) membaca kata bermakna, (4) membaca kata tak bermakna, (5) membaca cepat dan memahami bacaan, dan (6) menyimak bacaan. Selain dari kemampuan membaca, EGRA juga bisa menunjukkan kecepatan membaca anak dan pemahaman terhadap isi bacaan.

Hasil test EGRA akan menjadi  alat evaluasi  yang melahirkan rekomendasi nasional program untuk meningkatkan kemampuan literasi anak. Test EGRA yang sama juga  dilakukan di enam provinsi di Indonesia, yaitu Jabar, Jateng, Sumut, Jatim, Banten,  dan Aceh. 

Sumber : USAID PRIORITAS