LSM Saran Tambah Armada, KNPI Bilang Itu Bukan Solusi Tepat

Wajo, MC – Masalah kebersihan kota Sengkang yang belakangan menjadi trend topic di Bumi Lamaddukkelleng ini mendapat perhatian dari para kalangan. Tak sedikit pemerhati yang didalamnya berasal dari beberapa elemen turut beri komentar.

Misalkan saja dari para Akademisi, Yayasan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi Kepemudaan, dan bahkan komentar dari masyarakat sendiri. Masing-masing berpendapat dan mengungkap saran dengan harapan penanganan kebersihan kota seperti yang diharap oleh pemerintah bisa tercapai.

Sepeti komentar yang diungkap oleh Sekretaris KNPI Wajo Muh Nur menanggapi saran A Munir salah seorang pemerhati lingkungan di Wajo.

Dia menilai, penambahan armada dan petugas kebersihan oleh pemerintah tidak sepenuhnya menjadi solusi terbaik. Menurutnya, penanganan kebersihan seperti yang diharapkan adalah gerakan secara teratur dan terstruktur oleh pemerintah kecamatan dan kelurahan melakukan penyadaran kepada masyarakat.

“Dibutuhkan kreativitas dari pihak Kecamatan dan Kelurahan memberdayakan masyarakat untuk terjun aktif memerangi kebersihan. Sehingga, peran kelurahan nantinya tidak lagi secara terus menerus terjun langsung, tetapi lebih bertindak sebagai pengawas atau pengontrol,” ungkap Nur, Sabtu, 4/10.

Ditambahkan, peran pemerintah kecamatan dan kelurahan diharap tidak menggunakan menajemen tusuk sate. Dalam artian bahwa keterlibatan masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan bisa tumbuh dan membudaya, meski tanpa dorongan dari pemerintah lagi.

“Misalkan saja, Pemerintah mengajak kalangan pemuda dan masyarakat dalam suatu lingkungan untuk mengangkut sampah secara rutin ke-tempat pembuangan sementara dengan menggunakan armada alternatif seperti becak motor atau gerobak dorong menuju titik yang ditentukan. Jadi, Dinas Tata Ruang dan Permukiman Wajo dalam hal ini mudah mengangkut sampah dan hanya konsen di poros jalan protokol dan space public saja,” pungkas Nur.

Hal senada juga diutarakan oleh M Najib, Sekretaris Pemuda Pancasila Wajo, menurutnya, warga harusnya lebih proaktif, minimal berpartisipasi membersihkan sendiri pekarangan rumahnya.

“Jangan karena kesibukan sehari-harinya, kebersihan dan keindahan lingkungan dilupakan,” ungkap Najib.

(Penulis : Arlin)