Lutfi Halide Janji 60 Unit Transplanter untuk Wajo

“Dari Kegiatan Panen Raya Jagung di Belawa”

Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru bersama Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Sulsel, Lutfi Halide dalam acara panen raya

Wajo, MC – Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Propinsi Sulawesi Selatan, Lutfi Halide mengungkap kesiapan untuk menurunkan bantuan peralatan pertanian kepada pemerintah kabupaten Wajo pada tahun 2015 ini.

Bantuan yang dijanjikan oleh besan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ini adalah peralatan canggih yang digunakan untuk menanam padi (tranplanter).

Tidak tanggung-tanggung, kandidat bakal calon Bupati Soppeng ini menjanjikan kabupaten Wajo sebanyak 60 unit transplanter.

“Kabupaten lain tidak banyak, Soppeng saja hanya 10 unit. Kalau di Wajo, saya beri 60 unit transplanter,” ungkap Lutfi saat beri sambutan dalam acara panen jagung warga Desa Lautang perbatasan Kabupaten Wajo – Sidrap, Rabu (4-3-2015).

Dijelaskan, dana untuk pertanian yang disiapkan oleh pemerintah propinsi tahun ini sebesar 4trilyun. Pemerintah juga melakukan kerjasama dalam bidang pertanian dengan kalangan TNI.

“Sekarang TNI tidak bekerja hanya Padamu Negeri saja, pemerintah siapkan anggaran operasional sebesar Rp60juta, kalau kurang, mohon Bupati yang tambah,” ulas Lutfi.

Lanjut dipaparkan bahwa Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menginstruksikan agar petani di Sulsel tidak lagi menyentuh tanah dalam mengolah tanah dan bercocok tanam. Dia inginkan pertanian di Wajo berkembang melalui pemanfaatan alat pertanian canggih dan modern.

“Gubernur menyampaikan kepada saya, kapan kau Lutfi bisa wujudkan petani di Sulsel ini menanam padi tangan tidak menyentuh tanah?. Saya jawab, tahun ini juga bisa mengolah tanah pakai handtraktor, menanam padi gunakan transplanter,” kata Lutfi.

Ditambahkan bahwa di kabupaten Wajo masih banyak yang bercocok tanaman padi hanya sekali dalam setahun. Padahal, lahan yang ada bisa diselingi secara bergantian tanaman palawija. Petani bisa menanam padi, kedelai dan jagung secara bergilir.

“Saya pernah baca rilis di balai tekhnologi pertanian, disitu disebutkan bahwa kandungan bahan organik lahan sawah Sulsel sudah dibawah dua persen pasca panen, padahal secara teknis harus diatas lima persen. Salah satu komoditi yang bisa mengembalikan dengan cepat bahan organik ini salah satunya adalah kedelai. Kalau itu diterapkan, maka petani di Wajo bisa bercocok tanam dua atau tiga kali dalam setahun,” pungkas Lutfi. (adv)

Penulis : Bs Selvi Damayanti