Lutfi Halide Takut-Takuti Petani di Wajo

Wajo, MC – Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Propinsi Sulawesi Selatan, Lutfi Halide menakut-nakuti petani di Wajo akan dampak pasaran bebas asia tahun 2015 ini.

Dia memprediksi, bila petani Wajo tidak pintar-pintar memanfaatkan peluang, atau lamban menyesuaikan diri dengan perkembangan tekhnologi pertanian, maka usaha pertanian di Kabuapten Wajo akan dimasuki orang asing.

“Tahun 2015 ini, suka atau tidak suka, kita akan menghadapi pasar bebas Asia, ini perlu kita antisipasi. Karena kalau tidak, beberapa tahun kedepan bisa saja petani asal korea, cina atau jepang sudah bercampur ditengah kita dan ikut sebagai peserta tudang sipulung masyarakat petani di Wajo,” ungkap Lutfi saat beri sambutan dalam acara panen jagung di Desa Lautang, Rabu (4-3-2015).

Baru-baru ini, sambung Lutfi, masyarakat dikejutkan dengan kenaikan harga gabah sebesar Rp5000 perkilogram. Kenaikan itu tidak relevan dengan data statistik yang menyebut bahwa beberapa tahun terakhir terjadi penurunan tenaga kerja yang bergerak pada bidang pertanian.

“Kondisi itu tentunya menjadi tugas pemerintah, bagaimana mendorong masyarakat memanfaatkan peluang, salah satunya adalah mengajak masyarakat petani untuk menggunakan mekanisasi pertanian. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi masalah yang ada,” jelas Lutfi.

Lanjut dipaparkan bahwa, potensi pertanian di Kabupaten Wajo dan Sulsel secara menyeluruh cukup besar, bahkan saat ini Sulsel menyuplay beras untuk 27 propinsi di Indonesia.

“Sementara ini pula pemerintah Sulsel tengah menyusun cara agar beras Sulsel bisa di ekspor ke malaysia sebanyak 250ribu ton. Menteri pertanian sudah memberikan ijin,” terang Lutfi. (Adv)

Penulis : Bs Selvi Damayanti