Manipulasi Data Honorer K2, Sanksi Pidana Menunggu

Wajo, MC – Keabsahan data honorer kategori 2 (K2) yang dinyatakan lulus dalam ujian tes kompetensi dasar (TKD) dan tes kemampuan bakat (TKB) menjadi perhatian penting pemerintah Kabupaten Wajo.

Masing-masing kepala SKPD kena warning, mereka ditegaskan untuk memberikan data yang valid terkait keabsahan data honorer K2 yang bekerja di-lingkup kerja-nya.

Bila ada yang coba melanggar atau berani memberikan keterangan salah, ancaman pidana menunggu pejabat yang bersangkutan.

Setidak-nya demikian penegasan Bupati Wajo A Burhanuddin Unru yang dibacakan oleh Plt Sekda Wajo A Maddukkelleng Oddang saat membuka acara penjelasan tekhnis pengangkatan tenaga honorer Kategori II menjadi CPNS di-ruang pola kantor Bupati, Senin 10/3.

“Seluruh kepala SKPD bertanggung jawab akan keabsahan data honorer-nya. SKPD juga harus bersedia dikenakan sanksi bilamana memberikan keterangan yang tidak benar dan sanksi itu berimplikasi pidana,” tegas Bupati dalam sambutan-nya.

Sementara itu, Kepala BKDD Wajo, Amiruddin A mengutarakan bahwa sejauh ini BKDD telah menempel nama-nomor tes honorer K2 yang dinyatakan lulus sejak Sabtu 8/3 lalu.

Nama dan nomor tes dalam pengumuman itu sama seperti yang telah diumumkan kementerian PAN-RB melalui website resmi-nya.

“Hingga saat ini, hasil ujian tersebut telah disampaikan secara tertulis kepada Gubernur Sulsel dan hasil-nya tidak ada perbedaan seperti yang telah diumumkan oleh Kemenpan-RB. Untuk itu, para kepala SKPD diundang hari ini untuk mendengar penjelasan tekhnis pengangkatan tenaga honorer Kategori II menjadi CPNS,” terang Amiruddin. (aci)