Marzuki ; UN 2017 Beda, Tapi Bukan Hambatan

Wajo, MC – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/Sederajat tahun pelajaran 2016/2017 ini berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya.

Jika tahun sebelumnya UN digelar dimulai hari senin, kali ini ujian serentak tersebut bergeser dihari selasa karena bertepatan dengan agenda hari buruh internasional dan hari pendidikan nasional yang diperingati pada tanggal 1 dan 2 mei kemarin.

H Marzuki, Kepala SMPN 1 Majauleng yang juga Ketua Panitia  Penyelenggara UN kelompok 6 tingkat kabupaten Wajo mengungkap pelaksanaan UN mendapat jeda dan tidak secara berurut.

UN dimulai hari selasa, rabu, kamis dan dilanjutkan hari senin kembali.  Hari jumat dan sabtu menyesuaikan agenda hari kerja secara nasional.

“Kalau kita di Wajo kan masih menggunakan sistem 6 hari kerja, namun ada beberapa daerah yang lima hari kerja, untuk itu diseragamkan secara nasional dan dilanjutkan pada hari senin besok”, papar Marzuki.

Kepala SMPN 1 Majauleng, H Marzuki (Foto : Sul/MC)

Lanjut dijelaskan bahwa mekanisme pelaksanaan ujian nasional yang telah berlangsung sekarang tidak menjadi hambatan bagi para panitia, buktinya pelaksanaan UN berlangsung secara tertib, aman dan terkendali.

“Kami sebagai ketua panitia peyelenggara ujian nasional SMP kelompok 6 akan memberikan yang terbaik”, ungkap Marzuki.

Berikut peserta UN yang tergabung pada kelompok 6 sebagai berikut : SMPN 1 Majauleng 106 siswa, SMPN Terbuka 1 Majauleng 10 dari 11 siswa, SMPN 4 Majauleng hanya 14 siswa, keduanya di ikutkan ujian di SMPN 1 Majauleng.

Untuk SMPN 2 siswa 97 orang, SMPN 3 Majauleng 49 siswa, SMPN Terbuka Macanang 31 siswa yang ikut ujian di SMPN 3 Majauleng. SMPN 5 majauleng 23 orang siswa akan tetapi ada tambahan peserta dari smpn 3 penrang yang siswanya hanya 13 orang sehingga di ikutkN ujian nasional di smpn 5 majauleng.

UN sudah berlangsung selama 3 hari dengan mata pelajaran bahasa indonesia, matematika dan bahasa inggris yang sisanya pelajaran IPA yang di gelar pada hari senin.

Marzuki berharap agar siswa SMPN 1majauleng bisa lulus 100 persen dengan adanya bimbel 3 bulan sebelum UN berlangsung (Sultan)