Masalah Kebersihan, LSM Sebut Warga Kurang Sadar

Wajo, MC – Masalah kebersihan dalam kota Sengkang ternyata tidak selama-nya adalah kesalahan pemerintah. Akan tetapi, masalah jorok tidak-nya lingkungan kota juga disebabkan oleh kurang-nya kesadaran masyarakat akan hidup sehat.

Ketua LSM Pemuda Nusantara, Ambo Upe mengungkap hal itu di Sengkang, Rabu, 6/11.

Dikatakan, permasalahan sampah yang berujung pada kebersihan dan pola hidup sehat juga menjadi tanggung jawab masyarakat.

Menurut-nya, jika masyarakat sadar dan merasa malu pada diri sendiri, tentu tidak membuang sampah sembarang tempat. mengatur dengan baik lingkungan-nya dan peduli akan kebersihan.

“Masyarakat yang baik adalah masyarakat yang sadar akan lingkungan sekitar-nya, tidak membuang sampah disembarang tempat dan menanamkan dalam diri-nya bahwa kebersihan itu bukan tugas pemerintah saja, melainkan tugas bersama,” kata Ambo.

Selain menyoroti perilaku warga, Pemuda Nusantara juga mengkritik pemerintah dalam hal ini lembaga terkait yang dinilai-nya kurang kreatif.

Diungkap contoh, kurang kreatif-nya lembaga terkait karena tidak memberikan himbauan secara langsung kepada masyarakat bahwa masalah kebersihan adalah masalah bersama, masalah harga diri (siri) karena menyangkut perwajahan kota.

“Jangan sosialisasi-nya rutin dilaksanakan, namun hanya dalam lingkup sendiri, berulang dilakukan tapi tidak membawa perubahan sama saja jika melakukan pemborosan anggaran. Coba kembali seperti puluhan tahun lalu, memotivasi masyarakat secara langsung melalui siaran komunikasi, penyampaian melalui mesjid-mesjid ataupun semacam-nya, saya rasa hal itu lebih bermanfaat dan biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak seberapa, namun efek-nya sangat besar,” kata Ambo.

Kedua, lanjut-nya, disaran pemerintah menyiapkan fasilitas bagi masyarakat. Misalkan saja, bak sampah ataupun armada pengangkut sampah ditambah begitupun fasilitas lain-nya dan yang terakhir perketat penegakan aturan.

“Bila perlu, beri denda kepada siapapun yang dengan sengaja membuang ataupun melakukan pengrusakan lingkungan,” jelas Ambo.(aci)