Massa Pedagang “Cakar” Tolak Kebijakan Pemerintah

Ketgam : Ratusan Massa Pedagang Cakar di Makassar melakukan demo tolak kebijakan pemerintah

Makassar, MC – Ratusan massa pedagang pakaian bekas impor makassar yang tergabung dalam Himpunan Pedagang bekas (HIMPAS) dan assosiasi pedagang cakar Sulsel menolak kebijakan kementerian perdagangan yang melarang perdagangan pakaian bekas di seluruh tanah air, termasuk di makassar salah satu kota penjual pakaian bekas terbesar, yang diduga mengandung bakteri membahayakan.

Mereka mengecam dan menolak kebijakan pemerintah melarang pedagang menjual pakain bekas asal impor, karena mereka menganggap pemerintah melakukan pembiaran hilangnya sumber penghasilan masyarakat.

“Jika pemerintah tetap melarang pedang menjual pakaian bekas impor, maka kami menurunkan massa yang lebih besar untuk menggelar demo di kantor Gubernur Sulsel. Kami ini telah membantu pemerintah mengurangi pengangguran dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” seru Mustamin, selaku koordinator aksi HIMPAS saat berorasi di Fly Over Jl A Pettarani Makassar, Senin, 16/2.

Hal senada juga diungkapkan Zainal, salah sat lembaga pemerhati pedagang. Dia mengatakan, sepanjang belum ada kejelasan larangan pemerintah menjual pakaian bekas asal impor pihaknya tetap menjual pakaian tersebut.

Alasannya, karena modal mereka membeli pakaian tersebut sangat besar mencapai ratusan juta rupiah dan tiba-tiba pemerintah melarang menjualnya.

“Bila itu terjadi, maka kami pedagang pasti alami kerugian besar.
Seharusnya pemerintah dalam hal ini bersikap bijak dan kedepankan rasa prikemanusiaan, jangan seenaknya saja melarang pedagang, tapi tidak memberikan solusi yang jelas bagi pedagang. Mereka bukan peminta-minta,bukan pencuri dinegeri mereka sendiri,’ ujarnya.

Usai melakukan orasinya, massa HIPMAS kemudian melanjutkan aksi dengan longmarch ke gedung DPRD sulsel dan menyampaikan tuntutannya.

Setibanya, massa kemudian menyampaikan pernyataan sikap dan meminta kepada aspirasi mereka disampaikan kepada pemerintah yakni Presiden dan Menteri perdagangan.

Sama dalam orasinya, massa mengecam pemerintah bila mengeluarkan larangan membeli pakaian bekas. “Bila itu dilakukan pemerintah maka ribuan pengusaha penjualan pakaian bekas impor di Sulsel akan gulung tikar,” ujar Koordinator aksi.

Pantauan mediacelebes.com di Gedung DPRD Sulsel, aspirasi massa tersebut diterima oleh beberapa legislator Sulsel. Mereka berjanji akan menyikapi aspirasi tersebut secepatnya di Komisi B yang menangani masalah perdagangan. Legislator juga berjanji akan mendukung sepenuhnya apa yang menjadi tuntutan masyarakat.

Penulis : Zulfikar Yusliskatin