Matangkan Pilkades, PMD Wajo Sowan ke DPRD

Rapat kerja Komisi I DPRD Wajo dengan Dinas PMD bahas Pilkades serentak gelombang kedua tahun 2017

Wajo, MC – Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) kabupaten Wajo terus mematangkan diri menghadapi pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak gelombang kedua yang hari H-nya jatuh pada 21 Oktober 2017 mendatang.

Berbagai persiapan dilakukan demi untuk memaksimalkan pemilihan yang sejak 1 Agustus lalu sudah diawali tahapannya pada 26 desa se kabupaten Wajo.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menjalin komunikasi, duduk bersama, serta meminta saran dan pendapat dari pihak legislatif dalam hal ini Komisi I DPRD kabupaten Wajo dalam sebuah rapat kerja.

Rapat digelar di Ruang Komisi I DPRD yang dihadiri pula oleh Wakil Ketua DPRD Wajo, H Risman Lukman dan beberapa anggota DPRD lainnya.

Ketgam : Wakil Ketua DPRD Wajo, H Risman Lukman (kanan)

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) kabupaten Wajo, Syamsul Bahri mengungkap, rapat kerja itu bertujuan untuk memaksimalkan pelaksanaan pilkades.

Dalam rapat diangkat beberapa item pembahasan yang pada intinya mendorong pemilihan secara baik dan benar, demokratis dan bermutu.

Menjadi catatan penting kesempatan itu adalah DPRD berharap kepada seluruh instansi yang terkait untuk aktif berkoordinasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

“Menurut mereka (legislator Wajo, red), koordinasi antar instansi penting karena menyangkut syarat dan persyaratan yang dibutuhkan, baik terhadap bakal calon, panitia pelaksana maupun terhadap ketentuan pemilihan”, ujar Bahri usai mengikuti rapat, Kamis, 3 Agustus 2017 kemarin.

Ketgam : Suasana rapat bahas Pilkades serentak gelombang kedua di Wajo

Lebih lanjut mantan Camat Bola ini menjelaskan bahwa rapat yang digelar juga merupakan bukti pelaporan pemerintah daerah kepada pihak legislatif.

“Kita laporkan perkembangan tahapan pemilihan, dan selaku mitra pemerintah daerah, DPRD mengisyaratkan agar pilkades berjalan dengan baik, terlaksana secara demokratis, aman dan tercipta suasana yang kondusif”, papar Bahri. (*)