Mau Belanja ?, Tidak Perlu ke Makassar, “Mahal” Kata Camat

Camat Tempe, Andi Muh Baso Iqbal B (putih). (Foto : Arl/MC)

Wajo, MC – Camat Tempe, Andi Muh Baso Iqbal B mengajak masyarakat untuk memilih pasar sentral sengkang sebagai tempat kunjungan ketika ingin berbelanja. Ia menilai harga barang dipusat grosiran tersebut lebih murah dibanding makassar.

“Kalau kita mau tes, beli jilbab, sama warna, sama merk, sama bentuk, pergi di sentral kemudian cek di pasar butung makassar, lebih murah di sentral dibanding makassar. Jadi saya pesan kalau mau beli barang, baju dan lain sebagainya cukup di pasar sentral, kalau ke makassar cukup wisata kuliner dan jalan-jalan. Jangan-maki’ beli barang di makassar, kayak sepatu celana dan lain sebagainya, cukup di Sengkang saja”, ujar Camat saat menerima Mahasiswa Peserta Kuliah Kerja Lapang Profesi (KKLP) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) As’Adiyah Sengkang Angkatan XXIX Tahun 2017, di Kampus As’adiyah Jl Veteran Sengkang, Kamis (2 Maret 2017).

Ia menerangkan, warga dari kabupaten sidrap, soppeng, parepare, kolaka, palu dan beberapa daerah lainnya memilih pasar sentral sengkang untuk berbelanja. Itu karena harganya lebih murah dibanding jika mereka belanja di makassar.

“Memang ada strategi khusus yang diterapkan oleh pedangang di sentral sehingga bisa menekan harga jualnya, bahkan ada barang dagangan yang tidak bisa dipasarkan keluar daerah kalau bukan dari sini (sengkang, red)”, ulas Camat.

Terkait dengan pelaksanaan KKPL, Camat mengaku bangga dan berterima kasih kepada pihak STAI yang telah memberi kepercayaan untuk menempatkan mahasiswa-nya di kecamatan Tempe. Ia mengungkap kesiapan untuk bekerjasama dan membantu sesuai dengan kewenangan, sumberdaya dan potensi yang dimiliki.

“Menarik, sistemnya bagus Pak, itukan yang kita harapkan, artinya langsung praktek ditempat-tempat yang akhirnya nanti bisa bermanfaat. Banyak kampus atau universitas baru merencanakan, tapi STAI sudah bisa melaksanakan, artinya nanti teman-teman atau saudara-saudara semua pada saat dilapangan sudah bisa menjabarkan ilmunya dan mempraktekkannya, luar biasa itu”, terang Camat.

Acara pelepasan peserta KKLP ini diwarnai dengan penandatanganan MoU (memorandum of understanding). Peserta yang ikut dalam kegiatan ini sebanyak 63 orang mahasiswa. (SIPD)