Maulid, Bupati Wajo Ungkap Tiga Potensi Diri

Bupati Wajo A Burhanuddin Unru saat hadir dalam acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW

Wajo, MC – Bupati Wajo A Burhanuddin Unru mengungkap tiga potensi dalam diri yang menurutnya harus diisi dengan hal positif yang hanya bisa diperoleh dari pendidikan formal dan penerapan nilai-nilai agama. Ketiga potensi yang dimaksud adalah hati, nafsu dan qalbu. Bupati menilai, jika ketiga potensi diri itu tidak diolah dengan baik, maka akan membawa manusia kearah yang tidak benar dan pasti akan terseok menghadapi tantangan jaman.

“Ketiga potensi dalam diri ini harus diolah dengan baik, harus diisi dengan hal-hal baik dan positif melalui pendidikan formil dan nilai-nilai agama. Jika tidak, yakin kita akan tergerus perkembangan jaman yang disebabkan oleh pengaruh budaya-budaya asing yang ada ditengah kita,” ungkap Bupati saat beri arahan dalam acara Peringatan Maulid Akbar Nabi Besar Muhammad SAW yang dilaksanakan oleh masyarakat Kecamatan Sabbangparu, Jumat malam, 9/1.

Manusia, lanjut Bupati, jangan segalanya mengejar materi, harta dan kekayaan. Ada hal penting yang harus diperhatikan dalam menghadapi tantangan duniawi ini yakni ; kekokohan keluarga dan anak sebagai generasi penerus bangsa. Dia menjelaskan, untuk mejawab tantangan jaman, kekokohan rumah tangga menjadi benteng kokoh untuk membentuk budi pekerti, baik kepada keluarga maupun kepada generasi penerus.

“Jangan sampai kita dan anak-anak kita tidak mampu menjawab tantangan dan terpengaruh budaya negatif orang asing,” terang Bupati.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan bahwa untuk meningkatkan nilai-nilai agama di Kabupaten Wajo, pemerintah terus melaksanakan program keagamaan, misalkan saja pengembangan dan pembinaan majelis taqlim dan pembangunan pondok-pondok pesantren.

“Itu yang dilakukan, bagaiamana agar nilai-nilai agama ditengah masyarakat semakin meningkat, jika dulu kaum wanita tidak kenakan jilbab, sekarang ini, setelah berjalannya program majelis taqlim, semuanya sudah pada menutup aurat. Begitupula pengembangan pondok pesantren, pemerintah saat ini membuka ruang untuk pondok pesantren. Saat ini di kabupaten Wajo sudah terbuka beberapa pondok pesantren baru yang berlokasi di kecamatan keera, maniangpajo, bola dan penrang. Pembangunan pondok pesantren ini dilakukan agar nilai-nilai agama ditengah masyarakat terbangun sejak dini, sentuhan keagamaan harus ditanamkan kepada anak-anak generasi penerus kita,” pungkas Bupati.

Untuk diketahui, peringatan maulid Akbar Nabi Besar Muhammad SAW ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Wajo Rahman Rahin, Dandim 1406 Wajo Sarkistan Silaloho, Ketua TP PKK Wajo Hj A Faikah Burhanuddin, Wakil Bupati Wajo A Syahrir Kube Dauda bersama istri dan para kepala SKPD serta pengurus BKMT se Kecamatan Sabbangparu.

Camat Sabbangparu, A Ismirar Sentosa dalam laporannya mengungkap bahwa kegiatan maulid akbar ini merupakan keenam kalinya di kecamatan Sabbangparu. Dia akui bahwa kegiatan tersebut telah mentradisi dan dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

Dalam kegiatan maulid, lanjutnya, dilakukan pawai kendaraan hias oleh para Kepala Desa dan Pengurus Badan Kontak Majelis Taqlim (BKMT). Selain itu, dalam peringatan juga dilakukan pawai hias telur yang dilakukan oleh para siswa sekolah tingkat kecamatan Sabbangparu.

“Intinya, peringatan hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW ini diharap menjadi wadah bagi masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi. Kegiatan yang dilaksanakan menggunakan dana swadaya pengurus badan amil zakat kecamatan (Bazcam) Sabbangparu,” pungkas Ismirar. (adv)

Penulis : Arlin Sujarli