Money Politic, Kapolda Juga Bingung

Wajo, MC – Money politik atau yang lebih akrab dikenal dengan mahar suara/dukungan rupanya membuat bingung Kapolda Sulselbar, Burhanuddin Andi.

Jendral berbintang dua ini mengaku agak bingung membedakan antara money politic dengan biaya politik.

“Kalau ditanya, kenapa dikasi uang?, Caleg-nya menjawab, itu untuk ongkos transportasi, dari pada simpatisan ini bermalam dirumah, ya terpaksa dikasi uang transport, tapi bukan berarti uang itu untuk membeli suara atau money politic,” kisah Burhanuddin saat bertatap muka dengan KPU, Panwaslu, Parpol, Caleg dan LSM di Makopolres Wajo, beberapa hari lalu.

Lanjut, sementara dalam aturan dijelaskan larangan melakukan praktik money politic, namun, dalam penerapan-nya dibawah, masih banyak yang terindikasi melakukan praktek itu dengan alibi sederhana, untuk transport dan sebagai-nya.

“Maka-nya saya juga bingung membedakan-nya, mungkin panwaslu dan KPU juga demikian?,” ungkap Burhanuddin diselingi tawa-nya dalam arahan-nya. (aci)