Money Politik Tidak Laku Bagi Pemilih Idealis

Wajo, MC – Persaingan calon legislator (caleg) di Kabupaten Wajo cukup ketat, dari 471 caleg dan 12 partai politik yang ikut bersaing, masing-masing sudah mulai unjuk kemampuan.

Hanya saja, ditengah persaingan itu, muncul komentar-komentar miring yang menilai beberapa caleg tertentu ingin menciptakan kondisi dimana masyarakat dalam menentukan sikap tidak berdasarkan kefiguran dan kompetensi sebagai Caleg yang ideal untuk menjadi pilihan rakyat.

Seperti yang diungkap oleh sumber yang nama-nya enggan di-publikasi-kan ini, dia mensinyalir banyak caleg yang menarik simpati masyarakat dengan cara mempertontonkan kemampuan materi-nya.

“Kalau begini kondisi-nya, bagaimana bisa melahirkan anggota dewan yang berpotensi. Pemilih sengaja digelapkan penglihatan-nya dengan materi,” kata sumber, beberapa hari yang lalu.

Bahkan, lanjut-nya, jauh-jauh hari beberapa caleg telah melakukan upaya pendekatan kepada konstituen, namun, cara pendekatan mereka berpotensi merusak tatanan demokrasi.

“Padahal seharus-nya sama disadari bahwa rakyat sebagai pilar demokrasi harusnya diberikan ruang pencerdasan terkait pilihannya, bukan malah kondisi-nya dimanfaatkan untuk mem-peralat pilihannya,” ketus sumber ini.

Muh Sabri Abdul Fattah, pemerhati politik di Wajo menanggapi lain dan menilai bahwa paradigma yang berkembang itu adalah bahagian dari sebuah perhelatan politik.

Dia memaklumi jika beberapa caleg, utama-nya incumbent membagi-bagikan sesuatu untuk meraih dukungan sebanyak-banyaknya. Karena menurut-nya, hanya dengan cara seperti itu mereka bisa terpilih kembali.

“Untuk melawan mereka, harus dengan cara seperti itu, apalagi jika caleg yang baru tidak punya prestasi sosial di masyarakat, maka akan semakin sulit,” kata Sabri.

Lanjut, uang atau pemberian lainnya pada dasar-nya tidak akan mampu mempengaruhi masyarakat yang memiliki ideologi yang baik. Pertanyaan-nya, apakah ada caleg yang baru mampu meyakinkan bahwa mereka bisa dipercaya oleh rakyat.

“Apakah para caleg tersebut telah memiliki investasi kerja sosial selama 15 tahun terakhir?, dan tak kalah pentingnya adalah berikan bukti kepada rakyat sebelum menjadi caleg,” terang Sabri.(aci)