Nama Tidak Diakomodir, Bakal Calon Desa Tua Mengadu di DPRD

Wajo, MC – Kendati pelaksanaan seleksi dan uji kompetensi dilaksanakan hari ini, (Selasa, 14/4), namun keluhan terkait syarat persyaratan dari bakal calon kepala desa yang merasa dirinya dihalang-halangi untuk masuk mencalonkan diri sebagai kepala desa masih sempat diterima oleh anggota DPRD Wajo.

Bertempat di Ruang Aspirasi, H Riskal salah seorang bakal calon kepala desa mengungkap putusan yang diambil oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) didesanya tidak adil dan terkesan diskriminatif.

Dia menilai, berkas yang dimilikinya lengkap, namun tidak diloloskan oleh PPKD dalam pengusulan nama dan jumlah bakal calon untuk mengikuti tahap selanjutnya.

“Ini berkas saya sudah lengkap, tapi kenapa PPKD tidak meloloskan saya sebagai bakal calon,” ungkap Rafli dihadapan anggota DPRD Wajo yang pada saat itu diterima H Senurdin bersama beberapa tim aspirasi lainnya.

Ketua Komisi I DPRD Wajo, Sumardi Arifin menanggapi aspirasi itu adalah bentuk ketidak puasan bakal calon kepala desa di Desa Tua atas putusan yang diambil oleh PPKD. Namun demikian, kata Dia, semua dikembalikan pada keputusan yang diambil oleh PPKD Desa Tua.

“Kewenangan penuh ada ditangan PPKD untuk menentukan bakal calon yang memenuhi syarat administrasi,” terang Sumardi.

Senada dengan Sumardi, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa dan Kelurahan (BPMPDK) Kabupaten Wajo, Syamsul Bahri mengungkap bahwa Panitia tingkat Kabupaten (PPK) dalam hal ini hanya menerima laporan dari PPKD, adapun permasalahan tentang lolos tidaknya berkas bakal calon, itu menjadi kewenangan PPKD.

“Ini menjadi tugas PPKD untuk memberikan jawaban,” terang Syamsul.

Penulis : Nur Asri