NasDem : MKD Serius Tidak Tindak Lanjuti Kasus Trump ?

Jakarta – Polemik keberadaan Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon dalam proses kampaye calon presiden dari Partai Republik Amerika Serikat memasuki babak baru.

Setelah sejumlah anggota DPR yang dimotori politisi PDIP, PKB dan NasDem melaporkan dua petinggi DPR ini kepada Majelis Kehormatan Dewan (MKD), DPR RI,kegaduhan baru terkuak dengan ditunjuknya Sufmi Dasco Ahmad dari Fraksi Gerindra sebagai ketua tim penyelidikan oleh Hardi Susilo yang berasal dari Partai Golkar.

Taufiq menilai penting persoalan dugaan pelanggaran etika ini cepat diselesaikan oleh MKD. Dia menilai perbedaan pandangan di internal MKD semestinya tidak terjadi. Persoalan menjadi besar apabila MKD tidak memproses dugaan pelanggaran ini secara serius. Dia mengecam apabila MKD disinyalir tidak serius memproses hal ini,

“Ini ko belum apa-apa sudah pecah, terpecah karena kepentingan. Karena kalau gak, pasti berjalan mulus saja. Dan ini juga memalukan MKD kalau tidak bisa menyelesaikannya,” ujar anggota DPR Fraksi Partai NasDem, Senayan, Rabu (16/9/2015).

Dia menegaskan kalau memang ada kesalahan prosedur pembentukan tim penyelidikan, semestinya MKD tinggal dimulai kembali dari awal. Intinya dia menginginkan jangan sampai mengorbankan rencana yang penting penyelesaian permasalahan etik ini.

Terhadap kegaduhan yang terus muncul, anggota Badan Legislasi DPR ini menenkankan perlunya DPR segera menyelesaikan permasalahan agar tidak terlalu jauh berpolemik.

Dia menekankan bahwa hadirnya petinggi DPR dalam prosesi kampanye calon presiden Amerika adalah peristiwa yang memalukan. Dia menjelaskan hal ini dengan menggambarkan bahwa sikap tubuh Donald Trump (DT) yang meletakkan tangan di pundak Setya Novanto seakan memposisikan Ketua DPR Indonesia sebagai mannequin (patung hiasan). Hal ini jauh dari sikap DT yang semestinya menghormati Setya Novanto yang dia sendiri perkenalkan sebagai Ketua DPR (Speaker of the house).

“Itu bagi saya peristiwa yang sangat memalukan dalam skala internasional. Mereka tidak tahu etika pergaulan internasional. Oleh sebabnya, hal ini harus benar-benar di luruskan,” tegasnya.

Lebih jauh, anggota Komisi Hukum dan HAM DPR ini menyarankan agar MKD segera mereka yang diduga melakukan pelanggaran itu. Dia juga menegaskan, bagi mereka yang diduga melanggar, harus mau diperiksa oleh Majelis Kehormatan.

Taufiq mengkiritisi sinyalemen adanya upaya anggota dewan tertentu yang berupaya mengganggu proses yang sedang dijalankan MKD. Menurutnya ada upaya-upaya tertentu untuk membiaskan masalah dugaan pelanggaran etik ini kearah masalah lainnya.

Sumber : Frakasi Nasdem DPR-RI