None’ Sanjung Habis Bupati Wajo, Katanya Paling Hebat di Sulsel

20160411_1132166Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Pemprov Sulsel, Irman Yasin Limpo saat beri arahan dalam diklat kepemimpinan di Wajo

Wajo, MC – Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru masih menunggu sinyal dukungan dalam Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel (Pilgub) nanti. Ia mengaku, hingga kini belum menerima petunjuk dari tingkat atas (Provinsi, red).

“Sampai sekarang saya masih menunggu sinyal, ini belum ada petunjuk, padahal sudah ada beberapa kandidat yang masuk ke Wajo,” ungkap Bupati saat menjamu Irman Yasin Limpo saudara kandung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Aula Pertemuan Kantor BKDD Wajo, Senin, 11/4.

Namun demikian, sambungnya, Bupati mengaku tetap konsisten pada komitmen awal yang terbangun pada Pilgub lalu. Ia juga paparkan bahwa nantinya akan ada petunjuk dari tingkat atas terkait dukungan.

“Saya masih konsisten terhadap komitmen awal, dan pasti nanti akan ada petunjuk, kita tunggu saja,” ulas Bupati yang dibalas dengan senyum oleh None’ (sapaan akrab Irman YL).

Sebelumnya, Irman YL berulangkali menyanjung Bupati Wajo, Ia bahkan membandingkan kemampuan Bupati Wajo dengan Bupati lainnya di Sulawesi Selatan.

“Bukan karena Bupati Wajo hadir ditempat ini baru saya menyanjung beliau, bukan itu. Saya-mi orangnya tidak suka memuji orang apalagi sampai basa-basi. Ini tidak perlu dibahas diluar ya, nanti Bupati lainnya tersinggung. Tapi, kalau ada yang mau membahas silakan saja, lagian saya tidak takut koq,” papar None’.

Sekedar diketahui, kehadiran Irman YL di Kabupaten Wajo dalam kapasitasnya sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Lembaga yang Ia pimpin menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Wajo dalam pelaksanaan diklat.

Kesempatan itu, Irman meretas konsep kepemimpinan berdasarkan jabatan eselon yang disandang oleh ASN (Aparatur Sipil Negara). Ia juga menjelaskan bahwa seorang pemimpin harusnya jadi pe-mimpi saja.

“Pemimpin itu harusnya jadi pe-mimpi saja, mimpi-nya bisa yang berlebih-lebihan, namanya juga mimpi. Nah, yang mewujudkan mimpi itu jadi kenyataan adalah pejabat eselon secara berjenjang, mulai dari eselon I, II, III dan IV,” terang None’. (Red/MC)