OJK Klarifikasi Bank – Bank Singapura Terkait Tax Amnesty

ojk_logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Jakarta, MC – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil Bank yang memiliki afiliasi dengan Singapura, tujuan pemanggilan itu untuk mengklarifikasi informasi terkait laporan yang menyebutkan bahwa Perbankan di Singapura melaporkan Warga Negara Indonesia (WNI) yang melakukan Repatriasi Dana dalam rangka Tax Amnesty (pengampunan pajak).

Pertemuan itu berlangsung Selasa, 20/9, di Kantor OJK yang dipimpin oleh Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III Irwan Lubis.

Bank yang dipanggil diantaranya ; OCBC NISP, UOB, dan DBS.

‘’OJK sengaja memanggil khusus bank-bank yang memiliki afiliasi dengan Singapura untuk meminta penjelasan tentang kebenaran informasi bahwa bank induk mereka di Singapura melaporkan warga negara Indonesia yang mau merepatriasi dananya dalam rangka tax amnesty,’’ ujar Irwan Lubis di Jakarta seperti rilis yang diterima MEDIACELEBES, Rabu, 21/9 lalu.

Sebelumnya beredar informasi yang menyebutkan bahwa bank di Singapura melaporkan nasabahnya warga negara Indonesia yang melakukan repatriasi dalam rangka tax amnesty sebagai suspicious transaction report kepada unit kepolisian negara itu yang menanganai kejahatan keuangan, Singapore’s Commercial Affairs Departemen (CAD).

Menurut panjelasan tiga bank-bank subsidiary tersebut laporan memang dilakukan dalam rangka memenuhi standar Financial Action Task Force (FATF), sebuah lembaga yang dibentuk untuk mencegah pencucian uang antarnegara.

Akan tetapi laporan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh kepolisian Singapura (CAD), sehingga nasabah warga negara Indonesia dapat terus melakukan transaksi.

Irwan Lubis menjelaskan bahwa bank-bank afiliasi Singapura dan juga induknya tetap mendukung program tax amnesty bahkan mereka melakukan asistensi dan sosialisi mengenai program ini.

‘’Saya mengegaskan bahwa OJK sangat menaruh perhatian pada keberhasilan program tax amnesty dan meminta bank-bank tersebut mendukung secara penuh serta mengkomunikasikan dengan induk perusahaanya di Singapura,’’ tegas Irwan Lubis. (Red/MC)