Olah Potensi Alam, Wajo Butuh Referensi Tekhnologi

Wajo, MC – Wakil Bupati Wajo A Syahrir Kube Dauda membuka acara sosialisasi pembentukan pos pelayanan tekhnology (Posyantek) yang dilaksanakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa – Kelurahan (BPMPDK) Kabupaten Wajo, di Ruang rapat Kantor Bupati, Rabu, 13/8.

Acara yang juga dirangkaikan dengan pembukaan Lomba inovasi tekhnologi tepat guna (TTG) pemerintah propinsi Sulsel ini dihadiri oleh Kepala BPMPDK Wajo Syamsul Bahri dan para Camat se-Kabupaten Wajo serta beberapa perwakilan SKPD.

Dalam sambutan-nya Wabup mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut-nya, perkembangan tekhnologi yang dialami saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat pada umum-nya, utama-nya dalam hal pengelolaan potensi alam.

Sejauh ini, kata Wabup, masyakarat Wajo masih memerlukan referensi tekhnologi untuk memaksimalkan potensi dan kekayaan alam yang ada.

Dan jika dicermati, kekayaan alam cukup banyak, namun untuk mengolah-nya agar bermanfaat dan menjadi objek penghasilan masyarakat, masih belum ditemukan cara-nya.

“Misalkan saja enceng gondok, potensi ini dibiarkan dan tidak diolah, bahkan acapkali beri kerusakan. Kendala yang ditemukan adalah minim-nya kemampuan masyarakat untuk mengolah enceng gondok. Nah, untuk memanfaatkan potensi itu, harus menggunakan rekayasa tekhnologi,” terang Syahrir.

Ditambahkan, Kabupaten Wajo dengan segala kemampuan komparatif-nya, mestinya lebih berkembang. Dengan pendekatan tekhnologi, potensi-potensi yang ada bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat.

Misalkan saja, potensi ikan gabus yang membudi daya di Danau tempe, itu bisa di-olah melalui terapan tekhnologi menjadi obat. Potensi ini harus dikelola di-Wajo, jangan masyarakat Wajo yang punya ikan, orang lain di-negeri Jepang yang mengolah-nya menjadi obat.

“Tidak apa-apa kita berhayal, kita harus mengubah cara pandang untuk lebih dekat dengan tekhnologi, kita harus memberi-kan edukasi kepada masyarakat agar segala potensi yang dimiliki bisa bermanfaat melalui pendekatan tekhnologi,” pungkas Syahrir.

Penulis : Nur Asri, SH