Pacu Pembangunan “Sejuta Kantong Air”, Bupati Wajo Siapkan Anggaran 50 Juta / Desa

Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru

Wajo, MC – Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru terus memacu pembangunan sarana dan prasarana pendukung pertanian, termasuk salah satunya dengan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan embung-embung pada setiap desa tahun 2017 mendatang.

Anggaran yang disiapkan masing-masing 50 juta per-desa.

“Kita akan push pemerintah desa membangun embung-embung, pemerintah daerah akan membantu penganggarannya, minimal 50 juta per-desa,” ujar Bupati dalam sebuah pertemuan antar desa di Kecamatan Tanasitolo, belum lama ini.

Pencetakan embung-embung ini, kata Bupati, adalah bahagian dari program “Sejuta Kantong Air” yang sejak 7 tahun terakhir dipacu pelaksanaannya di Kabupaten Wajo.

Hingga kini, embung-embung yang telah tercetak lebih kurang 3000 titik yang tersebar di 190 desa dan kelurahan se Kabupaten Wajo, itupun masih perlu ditambah untuk menjaga ketersediaan air.

“Hampir 65 persen lahan pertanian di Wajo belum terairi, dalam setahun petani hanya sekali melakukan penanaman, itu karena keterbatasan air utamanya lahan pertanian yang berada di wilayah utara dan timur Kabupaten Wajo. Oleh alasan itu sehingga pemerintah daerah memacu pembangunan embung-embung agar petani bisa berproduksi 2 hingga 3 kali setahun,” papar Bupati.

Presiden Lirik Program “Sejuta Kantong Air”

Selain mengungkap kesiapan untuk mengalokasikan anggaran untuk pembangunan embung-embung pada tiap desa, Bupati juga menceritakan dialognya dengan Presiden RI, Joko Widodo usai menerima penghargaan di Istana Negara, Jakarta, baru-baru ini.

Bupati menuturkan, bahwa pemerintah pusat akan menjadikan program “Sejuta Kantong Air” ini menjadi program terpadu berskala nasional dan diterapkan di seluruh pelosok Indonesia.

“Alasan itu sehingga Presiden akan berkunjung ke Wajo, untuk meninjau secara langsung hasil pembangunan embung-embung. Kemungkinan juga, saat berkunjung nanti, Presiden melaunching program “Sejuta Kantong Air” secara serentak dan terpadu diseluruh pelosok negeri ini,” tutur Bupati.

Kemendes Siapkan 20 Trilyun Untuk Pembangunan Embung-Embung

Tak lama setelah itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Eko Sandjojo mengungkap kesiapan untuk menyiapkan dana Rp20 triliun untuk pembangunan embung-embung.

“Menteri Pertanian dan Presiden meminta Kemendesa agar membuat embung. Tahun depan, dana desa ada Rp60 triliun lebih, dan ADD (Alokasi Dana Desa) sekitar Rp150 triliun. Menyisihkan Rp20 triliun tidak susah, terkait model embung Menteri Pertanian dan Menteri PUPR sudah mendesain,” ujar Mendes PDTT, Eko Sandjojo dalam keterangan resminya di Jakarta.

Senada dengan Mendes PDTT, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap, wacana itu diinisiasi antar kementerian untuk membangun 4 juta lahan tidur di desa. Solusi tersebut yakni memberikan ketersediaan air melalui embung, parit, sumur dangkal dan sumur dalam.

“Kita bagi, pedesaan di bagian embung, kami siapkan pompa, benih, pupuk. Kalau ini kita lakukan bersama, kalau 4 juta hektar lahan dalam 1 kali tanam jagung saja misalnya dapat menghasilkan 8 ton produksi, akan menghasilkan kurang lebih Rp70-80 triliun dalam 1 kali tanam. Upaya membangkitkan lahan tersebut juga untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” terang Amran.

BPMPDK Tindak Lanjuti Instruksi Bupati Wajo, Wajibkan Desa Bangun Embung-Embung

Terkait dengan wacana pengalokasian anggaran 50 juta perdesa untuk pembangunan embung-embung seperti yang diutarakan Bupati Wajo, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa/Kelurahan (BPMPDK) Kabupaten Wajo mengungkap kesiapan untuk menindaklanjuti.

“Kita akan tindaklanjuti instruksi Bupati, dan mewajibkan seluruh desa untuk membangun embung-embung. Soal anggaran, nanti akan disiapkan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Pemerintah desa cukup melaksanakan saja”, ujar Syamsul Bahri.

(Penulis : Nur Asri)