Pake Mobil Branding, PNS Melanggar

Wajo, MC – Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten mengklasifikasikan PNS, TNI dan Polri yang menggunakan kendaraan berlabel atau di-branding pasangan Calon presiden dan Wakil presiden, sebagai bentuk pelanggaran.

Menurut lembaga penyelenggara Pemilu ini, penggunaan label pasangan calon bagi aparat ini jelas berseberangan dengan aturan kaitan-nya dengan netralitas aparat pemerintah.

Menurut A Bau Mallarangeng, Panwaslu Wajo, Jumat, 13/6, PNS, TNI dan Polri sama sekali tidak dibenarkan mengenakan atau menggunakan kendaraan yang diberi atribut pasangan calon, meski itu bukan milik-nya (pinjam).

“Nah, ketika ada pegawai ber-seragam menggunakan kendaraan berlabel pasangan calon, maka yang bersangkutan bisa saja di-proses, itu sudah melanggar,” ungkap Mallarangeng.

Ditambahkan, kalau kendaraan identik paslon jelas menggiring aparat melakukan pelanggaran. Bau Mallarangeng menyayangkan oknum pegawai yang bersangkutan.

“Kalau bukan mobil-nya kenapa mesti dipakai, dan kalaupun ada yang secara sengaja menggunakan kendaraan branding paslon dengan maksud euforia Pilpres, itu sama saja yang bersangkutan menjerumuskan diri-nya ketindak pelanggaran,” pungkas Mallarangeng. (aci)