Palsukan Tandatangan Bupati, Polisi Bekuk AA

Wajo, MC – Diduga melakukan penipuan dengan cara mencatut nama dan memalsukan tandatangan Bupati Wajo (A Burhanuddin Unru), salah seorang pria berinisial AA (29) terpaksa harus diamankan oleh pihak Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Wajo.

Pelaku yang diketahui bertempat tinggal di Jl Lasiming Kelurahan Ujung Bulu Kecamatan Ujung Kotamadya Parepare ini dibekuk aparat karena diduga melakukan aksi tipu dan memaksa kepala sekolah untuk membeli barang jualannya dengan alasan mendapat perintah dari Bupati Wajo.

Kapolres Wajo AKBP Masrur membenarkan kejadian penangkapan itu. Menurutnya, pelaku dalam aksinya menjual baliho gambar peta berukuran 80×100 Cm kepada para kepala sekolah dengan mengatasnamakan Bupati Wajo, sehingga para kepala sekolah terpaksa membeli baliho dengan harga Rp700ribu – Rp800ribu / dua baliho.

Bahkan, aku Masrur, untuk memudahkan aksinya, pelaku membuat Surat Rekomendasi dengan cara memalsukan tanda tangan Bupati Wajo dan kemudian memperlihatkan surat tersebut kepada para kepala sekolah.

“Pelaku membuat surat rekomendasi dan memalsukan tandatangan Bupati Wajo kemudian memperlihatkan rekomendasi tersebut kepada para kepala sekolah, sehingga kepala sekolah terpaksa membeli baliho. Saat ini pelaku telah diamankan di Makopolres Wajo,” terang Masrur.

Sementara itu, Camat Belawa H Ahmad Jahran yang dimintai keterangan terkait kejadian mengungkap bahwa sebelumnya pernah mendapat laporan/keluhan dari kalangan guru dilingkup kecamatan-nya. Namun, laporan itu belum ditindak lanjuti karena dicek kebenarannya.

“Nanti setelah kami sampaikan kepada Bupati, dan beliau mengaku tidak pernah mengeluarkan rekomendasi seperti itu, barulah kami yakin bahwa aksi yang dilakukan pelaku ini tidak benar,” jelas Jahran.

Ditambahkan, saat kejadian penangkapan oleh aparat kepolisian, pelaku sempat mencoba menghilangkan barang bukti (surat rekomendasi) dengan cara memasukkannya kedalam closet (jambang) kamar mandi di Kantor kecamatan Belawa.

Hanya saja, aparat kesempatan itu curiga dengan gerak-gerik pelaku dan kemudian memeriksa kamar mandi yang dimasuki pelaku.

“Dan betul, pelaku rupanya ingin cemplungkan surat rekomendasi itu kedalam closet, namun aksinya diketahui oleh aparat,” ungkap Jahran.

(Penulis : Nur Asri, SH)