Panen Raya Padi, Danrem Gunakan Mesin Combine

Wajo, MC – Komandan Resort Militer (Danrem) 141 Toddopuli, Purnomo Sidi saat hadir di Wajo tidak saja untuk bersilaturahmi dengan jajaran TNI dan Pemerintah Kabupaten Wajo.

Danrem bahkan sempatkan diri mengoperasikan mesin pemanen padi (Combine Machine) saat mengikuti acara panen raya padi yang dilaksanakan oleh Pemerintah di Desa Dua Limpoe Kecamatan Maniangpajo, Jumat, 19/9 kemarin. Danrem saat mengoperasikan mesin ini tampak lihai tanpa instruktur yang mengajari-nya.

Seperti diketahui, Sejak beberapa tahun terakhir penggunaan peralatan canggih ini digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Wajo. Pemerintah terus mem-promosikan penggunaan alat canggih ini dengan harapan pola pikir masyarakat beralih dari cara bertani secara konvensional menjadi lebih modern.

Seperti yang diutarakan oleh Bupati Wajo A Burhanuddin Unru dalam acara panen raya itu. Bupati ungkap keinginan untuk menjadikan petani di Wajo sebagai petani modern seperti petani di Jepang.

“Saya terinspirasi petani di Jepang, disana, petani kesan-nya tidak pernah menyentuh tanah. Petani disana bahkan berdasi, beda kita disini, petani masih banyak yang terjun langsung mengolah tanah dan tanaman-nya. Padahal, semua itu bisa diubah sepanjang petani berkeinginan untuk menggunakan peralatan modern. Saat ini sudah tersedia mesin penanam padi, mesin penyemai, mesin pemanen bahkan untuk pemasarannya sudah ada yang mengakomodir. Jadi kalau kita mau manfaatkan peluang itu, maka tidak perlu lagi petani turun di sawah, cukup melakukan kontrol saja”, terang Bupati.

Di Wajo, lanjutnya, potensi pertanian cukup besar, dan untuk memanfaatkan potensi ini, pemerintah secara bertahap membantu masyarakat dengan peralatan modern bersubsidi, misalkan saja handtraktor.

“Untuk handtraktor ini, Pemerintah telah menyalurkan 2100unit dan untuk tahun ini pemerintah kembali menyiapkan 1000 unit. Peralatan modern saat ini sangat dibutuhkan, karena membantu petani dalam mengolah lahan. Selain itu, jika masyarakat menggunakan peralatan modern, maka akan mengefesiensikan anggaran dan lebih menguntungkan petani”, jelas Burhanuddin.

(Penulis : Ekha)