Pasar Tradisional Modern Diharap Jadi Wadah Pasar Tumpah

Wajo, MC – Rencana pemerintah Kabupaten Wajo untuk membangun pasar tradisional modern ternyata tidak saja untuk menjadi pilot project pengembangan kota Sengkang di bagian timur Kota Sengkang.

Salah satu fungsi terbangunnya pasar yang ditaksir menggunakan anggaran sebesar Rp98 Milyar ini diharap menjadi wadah bagi pedagang/penjual pasar tumpah di beberapa tempat di Kota Sengkang dan sekitarnya.

Hal itu diutarakan oleh Wakil Bupati Wajo A Syahrir Kube Dauda saat mendampingi Bupati dalam acara ekspose pembangunan pasar tradisional modern di Gedung Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Jakarta, Selasa 21/10.

“Jadi fungsinya tidak saja untuk melakukan pengembangan di kawasan timur kota Sengkang, pembangunan pasar modern ini pula dikonsep menjadi wadah bagi pedagang/penjual pasar tumpah. Diketahui bahwa, khusus kota Sengkang dan sekitarnya saja terdapat ratusan pedagang/penjual menggantungkan usaha di pasar-pasar tumpah, sehingga dengan pemikiran itu, pemerintah dalam hal ini jajaran eksekutif dan legislatif berupaya agar pasar tradisional modern ini bisa terbangun,” pungkas Syahrir.

Fungsi lain yang ingin dicapai dari rencana pemerintah ini, lanjut Syahrir, adalah dengan pembangunan pasar yang ada diharap menjadi pilihan kepada masyarakat untuk berbelanja, berkunjung atau menjadi wahana rekreasi dan mengantisipasi peningkatan ekonomi masyarakat.

Antisipasi dalam artian bahwa pemerintah mengupayakan agar peluang peningkatan ekonomi masyarakat berbanding lurus dengan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah.

“Intinya adalah pemerintah berusaha agar pembangunan pasar tradisional modern ini bisa terealisasi. Adapun pasar sentral Sengkang akan dimaksimalkan menjadi pusat belanja grosiran, karena selama ini, perkembangan bisnis dagang yang ada di pasar ini cenderung bersifat grosiran,” terang Syahrir.

(Penulis : Nur Asri, SH)