PBB Rampung, Kecamatan Bola Masih yang Terbaik

Wajo, MC – Pemerintah dan masyarakat Kecamatan Bola, patut menjadi contoh bagi daerah lain yang ada di Kabupaten Wajo.

Pasal-nya, dari 14 kecamatan yang melakukan penarikan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) kepada para wajib pajak-nya, kecamatan ini-lah yang berhasil merampungkan PBB-nya 100persen hingga batas waktu yang ditentukan.

Camat Bola, Syamsul Bahri, usai menerima penghargaan/sertifikat dari Bupati Wajo A Burhanuddin Unru, beberapa hari yang lalu, menjelaskan target PBB yang ditangani-nya sebesar Rp589.437.767,-

Jumlah tersebut terbagi atas ;

– Balielo @ Rp32.278.643
– Manurung @ Rp42.186.726
– Lempong @ Rp55.730.434
– Lattimu @ Rp49.302.883
– Pattangnga @ Rp54.224.085
– Pasir Putih @ Rp51.413.863
– Rajamawellang @ Rp51.891.320
– Sandreseng Ade @ Rp56.392.467
– Solo @ Rp74.332.537
– Ujung Tanah @ Rp80.871.072
– Bola @ Rp40.813.738
JUMLAH : @ Rp589.437.767

Sementara, berdasarkan peringkat, desa/kelurahan yang terbaik diantara-nya ;

Kelompok A :

Juara 1 : Ujung Tanah
Juara 2 : Kelurahan Solo
Juara 3 : Rajamawellang

Kelompok B :

Juara 1 : Lattimu
Juara 2 : Pasir putih
Juara 3 : Manurung

Alumni ilmu pemerintahan ini menambahkan, keberhasilan yang dicapai berkat kerjasama dan koordinasi yang rutin dengan Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD) PBB, Kepala Desa / Lurah, Kepala Dusun dan stakeholder terkait lain-nya.

Dikatakan, prestasi yang diperoleh adalah motivasi tersendiri bagi lembaga dan aparat terkait untuk melaksanakan tugas dan tanggung-jawab yang diamanah-kan oleh pemerintah.

“Prestasi yang diraih adalah kebanggaan pemerintah dan seluruh masyarakat kecamatan Bola pada umum-nya. Prestasi yang diperoleh itu pula menjadi motivasi bagi seluruh aparat,” pungkas-nya.

Lebih jauh dijelaskan, pola yang diterapkan adalah tidak bosan mengingatkan serta menumbuh kembangkan kesadaran masyarakat akan kewajiban-nya sebagai wajib pajak.

“Indikator tersebut harus saling menguatkan, lembaga dan aparatur yang dipercayakan mengerti akan tugas-nya begitupula masyarakat paham akan kewajiban-nya sebagai wajib pajak,” terang Syamsul. (aci)