Pelaku Juga Catut Menantu Bupati

Wajo, MC – Pelaku yang diduga melakukan aksi penipuan dan memalsukan tandatangan Bupati Wajo (A Burhanuddin Unru) dalam surat rekomendasi tidak hanya mencatut nama orang nomor satu di Wajo.

Bahkan, saat ditanya, pelaku yang berinisial AA dan diketahui bertempat tinggal di Kota Madya Parepare ini juga mencatut nama menantu Bupati, Dr Baso Rahmanuddin Kepala Dinas Kesehatan Wajo.

Seperti yang diceritakan oleh Camat Belawa, H Ahmad Jahran, Selasa, 18/11.

“Saat ditanya, pelaku tidak saja mencatut nama Bupati, Dia juga menyebut nama menantu Bupati, bahkan, diterangkan bahwa dirinya sering menginap dirumah pribadi Bupati Wajo (Jl Nusa Indah Sengkang). Kemungkinan pernyataan-pernyataan seperti itulah yang digunakan pelaku untuk melariskan barang jualannya kepada para kepala sekolah,” terang Jahran.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo Dr Baso Rahmanuddin (menantu Bupati) yang dimintai keterangan terkait pencatutan namanya membantah tidak pernah memberikan ijin ataupun merekomendasi seseorang atau lembaga untuk menjual baliho seperti yang dilakukan oleh pelaku.

Bahkan, aku Plt Kepala RSU Lamaddukkelleng Sengkang ini, dirinya tidak mengenal nama atau identitas pelaku.

“Saya tidak pernah memberikan rekomendasi ataupun mengijinkan seseorang atau lembaga untuk mendistribusikan baliho. Bahkan, saya tidak kenal nama pelaku itu,” ujar Dr Baso sapaan karib menantu Bupati Wajo ini.

Begitupula dengan Kepala Dinas Pendidikan Wajo, Jasman Juanda. Melalui via ponselnya, Dia menerangkan dirinya pernah ditemui oleh pelaku.

Saat itu, kata Jasman, pelaku menyebut dirinya sebagai keluarga dekat Bupati dan katanya mengenal kerabat-kerabat Bupati. Dia juga mengungkap bahwa selama ini sering bermalam di rumah Bupati.

“Dia mengaku seperti itu, katanya, kerabat dekat Bupati. Tapi selama itu, saya mulai heran dan curiga akan gerak-gerik pelaku, karena saya sendiri tidak mengenalnya,” pungkas Jasman.

Info yang dihimpun, penjualan baliho gambar peta kabupaten Wajo ini tidak saja dijual kepada para kepala sekolah di kecamatan Belawa. Namun ditaksir, penjualan baliho berukuran 80 x 100cm ini dengan harga Rp700ribu – Rp800ribu / dua lembar ini juga dialami oleh para kepala sekolah di kecamatan lainnya di Kabupaten Wajo.

Kasus ini mencuat setelah adanya keluhan yang diterima dari aparat kepala sekolah dan mengaku dipaksa untuk membayar atau dengan sanksi akan dilaporkan kepada Bupati bilamana tidak membeli atau membayar baliho tersebut.

Penulis : Nur Asri, SH