Pembangunan Pasar Tradisional Modern, Apakah Bisa Terealisasi ???

Wajo, MC – Pembangunan pasar tradisional modern yang direncakan sebelumnya oleh pemerintah terbangun pada tahun 2015 mendatang kemungkinan masih tertunda. Pemerintah daerah (Pemda) masih terkendala anggaran yang akan digunakan.

Hal ini diungkap oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Wajo Andi Sudarmin, baru-baru ini.

Menurutnya, Pemerintah mempertimbangkan betul pengambilan dana, karena dana itu hanya dalam bentuk pinjaman dari pemerintah pusat. Menjadi kendala adalah sistem pengembalian dana pinjaman tersebut.

“Karena, jika Pemda tidak membayar pinjaman, maka dengan sendirinya Dana Alokasi Umum (DAU) yang setiap tahun dialokasikan kepada pemerintah daerah langsung dikurangi, sehingga, bisa berimbas kembali terhadap pelaksanaan program yang telah ditentukan,” kata mantan Camat Pitumpanua ini.

Sebelumnya, lanjut Sudarmin, untuk membangun pasar tradisional modern ini, pemerintah telah mengajukan usulan kepada Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Dana yang diusulkan sebesar Rp98milyar, bahkan dalam pengusulan, pemerintah telah melakukan ekspose dihadapan kementerian keuangan RI.

“Namun, persyaratan yang diminta dalam pengusulan itu masih ada yang belum dipenuhi. Seperti survei lapangan, apakah lokasi itu memungkinkan dibangun pasar atau tidak dan itu perlu kajian mendalam,” terang Sudarmin.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa pembangunan pasar tradisional moderen ini tetap menjadi prioritas.

“Program ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka tentu pemerintah akan mengupayakan agar bisa terealisasi,” tandasnya (red)