Pemberantasan Terorisme Tetap Harus Kedepankan HAM‎

Dewan Perwakilan RakyatGambar Logo DPR – RI

Jakarta, MC – Anggota Komisi III DPR dari Fraksi NasDem Sahat Silaban menyatakan mendukung sepenuhnya upaya pemberantasan terorisme.

“Baik yang dilakukan oleh BNPT, Polri dan juga Densus 88. Akan tetapi, perlu juga dikedepankan asas praduga tidak bersalah dan mengendepankan nilai-nilai hak asasi manusia,” ungkap Sahat saat Rapat Dengar Pendapat dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, baru-baru ini, di Jakarta.

Hal ini ditekankan Sahat merujuk pada kematian Siyono yang dinilai banyak pihak tidak wajar. Kasus tersebut bahkan telah menjadi polemik antara institusi kepolisian dengan Komnas HAM dan Muhammadiyah.

Namun demikian Sahat tidak mau terlalu masuk dalam pusaran polemik. Dia lebih mewanti-wanti BNPT agar dibangun sebuah SOP yang jelas dalam penanganan, penggeledahan, penangkapan dan penahanan untuk kasus terorisme ini.

“Jadi kasus ini adalah momentum untuk mengevaluasi kinerja negara dalam melakukan pemberantasan terorisme,” tegasnya.

Sahat mengaku prihatin dengan kasus Siyono. Oleh karena itu dia menekankan betul kepada BNPT, Polri dan Densus 88, untuk mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

“Hak hidup seorang yang diduga terorispun harus tetap kita jaga. Kita memiliki institusi pengadilan untuk menentukan seseorang bersalah atau tidak,” pungkasnya.

Sumber : Fraksi NasDem DPR – RI