Pemerhati Politik : KPUD Wajo Menang di MK

Wajo, MC – Peluang KPUD Wajo mempertahankan hasil keputusan-nya terkait pemenang Pemilukada Wajo di Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai cukup besar.

Berdasarkan analisis hasil persidangan oleh pemerhati politik di Wajo, gugatan pemohon yang dalam hal ini pasangan Sutera nomor urut 1, Tabe Samaki urut 2 dan AYM urut 6, dianggap tidak memberatkan hakim MK untuk menolak gugatan pemohon.

Seperti yang diungkap oleh Amshir A Timbang, salah seorang pemerhati politik di Wajo, Rabu, 23/10.

Dikatakan, materi gugatan yang di-ajukan oleh pemohon kebanyakan bersifat opini, asumsi dan tidak berdasarkan pembuktian secara faktual. Bahkan, dalam persidangan hakim selalu mengarahkan agar para saksi memberikan kesaksian berdasarkan sesuatu yang dilihat, didengar dan dirasa-kan sendiri oleh saksi pemohon.

“Seperti itu-lah gambaran-nya jika kami telaah hasil persidangan seperti yang termuat di situs mahkamah konstitusi,” kata Amsir di Sengkang, Rabu, 23/10.

Dalam persidangan, lanjut Amshir, saksi disebut oleh hakim MK kurang melakukan brefing sebelum beri kesaksian.

“Ini kan lucu, sebagai orang Wajo, jangan-lah kita menjadi bahan tertawaan hakim di MK karena memberikan kesaksian yang tidak valid. Permasalahan ini adalah permasalahan seluruh masyarakat, untuk itu perlihatkan kedewasaan dalam mengambil sikap hukum pada tingkat nasional,” ujar Amshir.

Tidak itu saja, Amshir juga mengungkap bahwa, beberapa gugatan yang di-ajukan pada dasar-nya bukan untuk digiring ke-MK, akan tetapi seharus-nya ke-rana Kemenhumkam dan pengadilan negeri.

“Seharusnya kasus terkait dukungan partai yang di-nilai bermasalah serta kasus dugaan pemilih siluman yang sudah putus di pengadilan negeri sengkang tidak lagi menjadi bahan gugatan karena sudah jelas dan dianggap selesai,” terang Amshir.(Kha)