Pemkab Disaran Tambah Armada Kebersihan Sampah

Wajo, MC – Pemerintah Kabupaten Wajo disaran untuk menambah jumlah kendaraan dinas kebersihan yang beroperasi dalam kota Sengkang dan sekitar-nya.

Kurang-nya armada sampah oleh Dinas terkait dalam hal ini Dinas Tata Ruang dan Permukiman, dinilai menjadi kendala sehingga kebersihan kota belum tertangani secara maksimal.

Muh Sabri Abdul Fattah, salah seorang pemerhati lingkungan di Wajo mengungkap hal itu, Minggu, 2/8 kemarin.

Menurut-nya, masalah kebersihan kota erat kaitan-nya dengan penanganan dan ketersediaan kendaraan yang beroperasi mengangkut sampah menuju tempat pembuangan akhir (TPA).

“Kami anggap, dinas terkait kekurangan armada kebersihan, maka-nya, penanganan sampah dalam kota belum maksimal. Oleh itu, kami sarankan Pemkab menambah jumlah kendaraan kebersihan melalui pengadaan kendaraan dinas daerah,” terang Sabri.

Ditambahkan, selain kurang, kendaraan milik Pemkab saat ini sudah tergolong tua. Bahkan, dari hasil telisik, kendaraan kebersihan ini sudah banyak yang keropos.

Informasi itu, aku Sabri, diungkap oleh salah seorang petugas kebersihan yang kebetulan berbincang dengan-nya menyangkut tentang penanganan sampah dalam kota.

“Saya pernah berbincang dengan salah seorang petugas kebersihan, dia mengeluh karena kendaraan yang dioperasikan-nya sudah tergolong tua dan mulai keropos. Belum jumlah kendaraan yang kurang sehingga butuh waktu lama untuk mengangkut sampah,” ungkap-nya kembali.

Tentu, lanjut Sabri, kondisi demikian patut menjadi perhatian pemerintah. Terlebih, masalah kebersihan sangat penting karena menyangkut perwajahan kota Sengkang.

“Akan lebih baik jika pemerintah menganggarkan pengadaan kendaraan dinas kebersihan dibanding pemerintah menyiapkan anggaran untuk kegiatan seremonial saja. Manfaat-nya lebih besar dan kebersihan kota bisa tertangani dengan baik,” pungkas Sabri.

Hal senada juga diungkap oleh Rafi Padu, salah seorang tokoh masyarakat di Sengkang. Menurut-nya, masalah sampah dalam kota memang perlu penanganan maksimal dari pemerintah.

Dijelaskan, hingga saat ini, masih sering ditemukan beberapa bak sampah dalam kota yang tidak diangkut selama 1 x 24jam. Bahkan, bak sampah ini kelihatan penuh hingga sampah-nya meluber di-pinggir jalan.

“Tentu kondisi seperti itu akan mengurangi keindahan kota, kami akui bawah pemerintah saat ini mulai melakukan pembenahan dalam kota, dan itu kami apresiasi. Namun, untuk penanganan sampah harus perhatian pemerintah. Minimal, menambah armada pengangkutan-nya agar penanganan sampah bisa tertangani dengan baik,” pungkas Rafi. (aci)