Pendidik Sulsel Dilatih Menulis Praktik Baik Sekolah

Didampingi guru, Siswa SD Muhammadiyah Wajo menunjukkan hasil karya gerobak, sebuah inovasi siswa untuk mengerti tentang berbagai gaya dalam pelajaran IPA.

Makassar, MC – Banyak sekali inovasi-inovasi yang dilakukan sekolah, belum terpublikasi dengan baik. Banyaknya inovasi seperti hasil karya guru dan anak didik tidak terberitakan karena kurangnya sumber daya dan kemauan untuk menuliskan dan mendokumentasikannya.

Padahal pendokumentasian praktik-praktik baik semacam itu sangat penting, agar bisa ditiru dan dikembangkan lebih jauh oleh anak didik atau guru-guru di sekolah lain. Dengan cara demikian, kualitas pembelajaran dan manajemen sekolah merata dengan baik.

Demikian diungkapkan oleh Hamsah, konsultan komunikasi dan penataan dan pemerataan guru USAID PRIORITAS Sulawesi Selatan, Baru-baru ini.

Semenjak mendapatkan program USAID PRIORITAS, umpamanya, sekolah-sekolah di Wajo banyak melakukan inovasi dan upaya-upaya positif. SD Muhammadiyah Wajo, misalnya, banyak melakukan pergerakan untuk menggali partisipasi masyarakat sekolah lewat paguyuban kelas.berkat partisipasi masyarakat yang banyak, infrastruktur sekolah terbangun semakin lengkap.

Dengan metode PAKEM, anak-anak di sekolah itu juga telah menghasilkan banyak karya seperti rumah adat, mobil mainan dan sebagainya yang secara tematis integratif terhubung dengan mata pelajaran lainnya. Sayangnya keberhasilan-keberhasilan semacam itu tidak terdokumentasikan langkah-langkah prosesnya sehingga tidak bisa ditiru oleh sekolah-sekolah lain.

Agar segala inovasi dan kemajuan tersebut terdokumentasikan dengan baik, USAID PRIORITAS melatih para pendidik dan fasilitator di daerah-daerah binaan USAID PRIORITAS agar bisa menuliskan dengan baik praktik-praktik baik tersebut. Pelatihan bertajuk Penulisan Praktik yang Baik telah diselenggarakan di beberapa tempat seperti di Parepare, Bantaeng dan terakhir di Wajo.

Pelatihan dihadiri oleh kepala sekolah, guru dan fasilitator daerah USAID PRIORITAS. Mereka dilatih menuliskan langkah-langkah membuat inovasi pembelajaran maupun upaya-upaya menerapkan pengelolaan dan budaya sekolah yang baik seperti budaya baca dan budaya tulis. Peserta pelatihan rata-rata 30 sampai 40 orang.

“Kita berharap dengan banyaknya tulisan praktik baik yang lahir dari sekolah-sekolah, maka berita-berita miring sekolah yang sering menghiasi pemberitaan bisa tergantikan. Sudah saatnya kita mengutamakan pemberitaan yang positif mengenai sekolah,” ujar Hamsah.

Sumber : USAID PRIORITAS
Editor : Arlin Sujarli