Pengunjung Keluhkan Penarikan Retribusi di Pasar Sentral Sengkang

Wajo, MC – Penarikan retribusi parkir motor dalam area pasar sentral Sengkang dikeluhkan oleh masyarakat, pasalnya, retribusi tersebut terkesan membebani pengunjung yang ingin berbelanja dipusat perbelanjaan tersebut.

Seperti yang diungkap oleh warga ini, Dia mengaku terbebani setelah dimintai pembayaran retribusi dari petugas pasar saat berkunjung untuk berbelanja. Dia menilai penarikan retribusi hanya membebani masyarakat, terlebih penarikan retribusi dilakukan oleh lembaga non pemerintah.

“Betul ada karcis tanda pembayaran, tapi bukan atas nama Pemerintah Daerah. Apa ini tidak menyalahi aturan,” ungkap pengunjung yang namanya enggan disebutkan ini, Selasa, 4/8.

Lanjut, satu pengendara dibebankan pembayaran retribusi sebesar Rp2000,-, kalau dikalkulasikan itu akan banyak jika setiap pengunjung yang ingin berbelanja di pasar sentral tersebut dikenakan biaya parkir.

“Belum sistem keamanannya, apakah lembaga ini bisa menjamin ketika ada kerusakan atau pencurian kendaraan diarea parkir. Jangan sampai ketika ada masalah, tidak ada yang mau menangani dan atau saling lempar tanggung jawab,” ujar warga ini.

Selain memungut retribusi parkir kepada para pengunjung, penarikan retribusi juga dikenakan kepada masing-masing pedagang dan ini telah berlaku sejak beberapa tahun terakhir pasca terjadinya kebakaran dipusat perbelanjaan kota Sengkang tersebut.

“Kami sudah melakukan rapat bersama dengan ketua Forum, dan sekarang pasar sentral tidak lagi ada kaitannya dengan Pemerintah daerah. Makanya penarikan retribusi ini dilakukan oleh forum yang dibentuk,” ujar pengunjung pasar ini mengutip kalimat salah seorang pedagang di pasar sentral Sengkang. (aci)