Percepat Layanan Kesehatan, 50 Desa di Wajo Luncurkan Ambulance Desa

Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru mengecek mobil Ambulance Desa (Foto : MC)

Wajo, MC – Sebanyak 50 unit Ambulance Desa yang tersebar pada 12 kecamatan di Kabupaten Wajo sudah siap dioperasikan. Pengadaan kendaraan bertajuk “Mobil Layanan Kesehatan Masyarakat Desa” ini dialokasikan melalui APBDes (anggaran pendapatan dan belanja desa) yang anggaran-nya bersumber dari Dana Desa Tahun 2017.

Pengadaan ambulance desa seperti yang dimaksud diamanahkan dalam Peraturan Menteri Desa (Permendes) nomor 22 tahun 2017 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2017 yang kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah (Bupati Wajo, red) melalui imbauan kepada pemerintah desa.

Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru meminta agar ambulance desa dipergunakan sepenuhnya untuk membantu percepatan pelayanan kesehatan masyarakat desa. Ia berharap kendaraan tersebut tidak dialihfungsikan menjadi kendaraan pribadi dan atau operasional pemerintah desa.

Menurutnya, ambulance desa merupakan fasilitas kesehatan yang bertujuan untuk melakukan mobilisasi menuju tempat pelayanan kesehatan terdekat, bukan untuk dipergunakan pada kegiatan lain, meski untuk kepentingan operasional pemerintah desa.

Ketgam : Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru bersama Kepala Dinas PMD, Syamsul Bahri dan Sekretaris Dinas Kesehatan, Drg Nur Asri bersama para Kepala Desa (Foto : MC)

“Oleh alasan itu saya minta agar kendaraan tersebut tidak dialihfungsikan, ambulance desa hanya untuk membantu masyarakat kita didesa yang membutuhkan rujukan ketika sakit dan atau butuh penanganan medis secara tiba-tiba, itu fungsi pokoknya”, ujar Bupati sesaat usai mengecek satu persatu kendaraan ambulance desa, di Lapangan Upacara Kantor Bupati, Senin, 26 Agustus 2017.

Ditambahkan bahwa mobil layanan kesehatan tersebut adalah milik negara, dan untuk lebih tertibnya, maka setiap desa harus menginventarisir kendaraan itu sebagai aset desa. Begitupun dalam penggunaan nomor dan warna plat agar mengikut pada aturan yang berlaku.

“Akan lebih baik jika tertib aturan, terlebih pengadaan kendaraan tersebut merupakan milik negara yang pengalokasian anggarannya bersumber dari dana desa, jadi wajib untuk diinventarisir dan dipergunakan sesuai peruntukannya”, pungkas Bupati.

Untuk diketahui, desa yang telah dan sementara melaksanakan proses pengadaan ambulance berjumlah 50 desa ; 34 unit tahap pertama dan 16 unit tahap kedua.

Ketgam : Foto Bersama Kepala Desa dengan Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru (Foto : MC)

Kepala Dinas PMD Kabupaten Wajo, Syamsul Bahri menjelaskan, program ambulance desa sejalan dengan visi dan misi pemerintah kabupaten Wajo pada bidang peningkatan kesehatan masyarakat yang sejak awal diinisiasi dan didorong bersama oleh Kepala Dinas Kesehatan Wajo (Dr Baso Rahmanuddin, red). Program itu juga merupakan wujud sinergitas antara pemerintah daerah dengan pemerintah desa.

“Oleh itu diharapkan agar dalam pengoperasiannya dilapangan, masing-masing desa tetap aktif berkoordinasi dengan petugas medis setempat, terutama jika berkaitan dengan tekhnis pelayanan kesehatan, itu bermuara di Dinas Kesehatan”, jelas Bahri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo, Dr Baso Rahmanuddin mengungkap apresiasi atas terselenggaranya program tersebut ditingkat desa. Ia mengungkap bahwa hadirnya mobil layanan kesehatan ditingkat desa adalah impian dan cita-citanya sejak dulu.

Cita-cita itu bahkan didorong melalui pertemuan Program Desa Siaga Prima Aktif bersama Sekretaris Daerah, Kepala OPD terkait, para Camat, Kepala Desa, Lurah dan Kepala Puskesmas se Kabupaten Wajo.

“Mobil layanan kesehatan akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan status dan derajat kesehatan masyarakat desa, sehingga kedepan ambulance desa ini diharap menjadi akses bagi masyarakat desa yang membutuhkan mobil rujukan dari rumah ke pusat pelayanan kesehatan (Puskesmas dan RSUD, red)”, harap Rahmanuddin.

Terkhusus bagi ibu hamil dan ibu melahirkan, hadirnya Ambulance Desa akan menekan angka kematian ibu hamil dan melahirkan. Sebab, salah satu faktor penyebab kematian atas ibu hamil dan melahirkan karena terlambat dirujuk ke pusat pelayanan kesehatan.

“Tak dipungkiri bahwa keterbatasan sarana transportasi menjadi kendala rujukan selama ini, sehingga kedepan saya berharap semua desa di kabupaten Wajo memiliki mobil layanan kesehatan. Satu Desa, Satu Mobil Layanan Kesehatan, tepatnya harus seperti itu”, ujar Rahmanuddin. (Open Village SIPP DE)