Perempuan Cantik Hipnotis Siswa Sekolah di Sengkang

“Akibatnya, Empat Anting Emas Raib Dalam Kelas”

Wajo, MC – Empat orang siswi SDN 4 Sengkang diduga menjadi korban hipnotis oleh oknum tidak dikenal. Akibatnya, anting emas yang dikenakan oleh siswi kelas I sekolah dasar yang beralamatkan di Jl Durian Sengkang Kecamatan Tempe ini, raib.

Hal ini diungkap oleh Andi Ulfa, salah seorang guru yang bertugas di kompleks SDN tersebut. Dia menceritakan peristiwa itu terjadi sekitar pagi hari sebelum bell pelajaran dimulai, Jumat, 12/12.

Dia menceritakan, keempat siswa tersebut diketahui kehilangan anting emasnya setelah salah seorang perempuan berjilbab memasuki ruangan siswa. Korban mengaku tidak sadar saat menyerahkan barang-barangnya kepada oknum perempuan tadi.

“Begitu keterangan yang diperoleh dari para siswi yang kehilangan anting emasnya,” terang Ulfa saat dihubungi oleh mediacelebes.com, Sabtu, 13/12 kemarin.

Lebih lanjut guru ini menjelaskan, bahwa memang dalam kelas bila pagi hari, orang tua siswa mengantar anak-nya sampai dalam ruangan belajar.

“Jadi, bisa saja ada yang berniat jahat dan menggunakan kesempatan, karena sulit dibedakan. Orang tua bebas masuk mengantar anaknya hingga kedalam ruangan kelas,” terang Ulfa kembali.

Sementara itu, Feri, orang tua korban yang dihubungi tak menampik kejadian itu, dia mengaku enting emas yang dikenakan anak perempuannya hilang.

Dia mengisahkan, anaknya yang bernama Putri bersama tiga orang teman perempuannya diminta membuka antingnya oleh salah seorang perempuan cantik.

“Peristiwa itu terjadi pagi hari sebelum jam belajar dimulai, anak-anak diminta membuka antingnya. Menurut Putri, oknum itu katanya disuruh sama gurunya untuk menyimpan emas siswa. Nanti anak kami sadar bahwa dikibuli oleh perempuan tadi setelah perempuan cantik dan mengenakan jilbab tersebut meninggalkan ruangan,” ungkap Feri mengutip keterangan anaknya.

Namun demikian, ujar Feri, harusnya peristiwa itu menjadi pembelajaran kepada pihak sekolah, terlebih dalam lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab para guru.

“Kan rawan bilamana dalam sekolah bisa terjadi hal seperti itu, dan kami harap pihak sekolah menyikapi permasalahan tersebut dengan baik, tidak lepas tanggung jawab,” harap Feri.

Ketua Komisi IV DPRD Wajo Hj Husniaty HS menanggapi kasus tersebut menyayangkan pihak sekolah yang dinilai kurang telaten menjaga keamanan siswa dan lingkungan sekolah.

Harusnya, kata Dia, semua sekolah dilengkapi petugas keamanan (security), terlebih hal anggaran untuk ketersediaan petugas keamanan sekolah disiapkan dalam dana BOS (bantuan operasional sekolah).

“Dan kalaupun tidak, harusnya pihak sekolah menyiapkan siswa yang bertugas menjadi piket secara rutin, minimal bisa mengenal orang yang mengantar anak sekolah masuk dalam kelas,” pungkas Husni.

Tidak hanya mengomentari pihak sekolah yang kurang telaten, Ketua PDI-P Wajo ini juga menyayangkan sikap orang tua yang memberikan kesempatan kepada anak-anak-nya mengenakan barang berharga seperti emas atau handphone pergi kesekolah.

“Hal itu, bisa saja mengundang kejahatan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Kedua, jangan sampai karena barang-barang berharga yang dibawa membuat keselamatan anak-anak kita terancam,” jelas Husni.

Penulis : Nur Asri, SH