Perum Bulog Disaran Opname Total Beras Sejahtera

Fadholi Anggota komisi pangan DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Fadholi

Jakarta, MC – Wacana kedaulatan pangan telah lama bergulir di Indonesia. Banyak pihak yang perlu dilibatkan dalam upaya mencapai Indonesia daulat pangan. Salah satu aktor pemerintah yang juga giat dalam mengkampanyekan kedaulatan pangan adalah Badan Urusan Logistik (Bulog).

Telah lama diketahui Bulog merupakan lembaga negara yang diharapkan menjadi penyangga pangan nasional Indonesia. Namun demikian masih banyak kritik ditujukan terhadap keberadaan lembaga plat merah ini.

Dalam rapat dengan DPR di Senayan, Kamis (19/9), Bulog menyampaikan sejumlah program kerja termasuk anggaran yang dibutuhkan untuk melaksanakannya. Bukan DPR namanya kalau kesempatan rapat dengan lembaga negara kalau tidak menyertakan kritik, saran dan masukan terhadap program yang disampaikan.

Hal ini juga yang dilakukan oleh anggota komisi pangan DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Fadholi. Banyak catatan yang disampaikannya kepada jajaran pimpinan Bulog dalam kesempatan rapat tersebut.

Satu hal yang disampaikan Fadholi adalah mengusulkan refreshing stock yang semestinya bisa Bulog realisasikan segera agar masyarakat tidak di menerima beras yang sudah menjamur dan berkutu. Hal ini menanggapi banyaknya keluhan masyarakat terhadap beras raskin yang menjadi salah satu produk penyelamatan harga beras yang melambung tinggi. Walaupun saat ini istilah raskin sudah diubah penamaannya menjadi beras sejahtera (rastra).

“Saya setiap reses dan kunker seringkali mendapatkan protes/keluhan dari masyarakat terkait beras raskin. Padahal persoalan ini, sudah berulang kali di setiap RDP saya selalu sampaikan. Agar mengakhiri pola lama tersebut. Tetapi sampai saat ini saya belum lihat realisasi dan tanggap sasmito-nya Bulog dalam kritikan-kritikan ini,” ujarnya.

Memperteguh usulannya, dia menyampaikan apabila Bulog membutuhkan payung hukum yang melindungi refreshing stock tinggal dibuat regulasi dan usulkan kepada DPR. Sebagai mitra kerja, komisi Pangan DPR tentu akan membantu dengan maksimal.

“Saya sebagai mitra Bulog sangat risih mendengar penyaluran beras tak layak ini,” keluhnya.

Lebih lanjut politisi asal dapil Jateng I ini mendukung sepenuhnya program kerja dan anggaran yang disampaikan Bulog didalam rapat dengan DPR. Dia tidak mempersoalkan permintaan tambahan anggaran sebesar 3,4 Triliun yang diajukan Bulog. Menurutnya, tambahan ini belum seberapa untuk mencapai swasembada pangan dan mempertahankan kedaulatan pangan.

“Saya setuju dengan tambahan anggaran yang diminta, tidak masalah. Tapi untuk berani meng-opname atau refreshing stock. Apalagi saat ini Bulog di pimpin Dirut baru, saya pikir harus ada terobosan. Beras di opname total, masa gudangnya baru tapi isinya berbau,” gugatnya.

Selain memberi dukungan terhadap anggaran yang diajukan Bulog, Anggota MKD dari Fraksi NasDem ini mengingatkan Bulog untuk melakukan persiapan-persiapan yang diperlukan untuk menyerap beras petani. Karena sebentar lagi petani akan memulai masa panen rayanya.

Menurutnya penyerapan gabah petani ini penting dilakukan Bulog untuk memenuhi stok beras yang dibutuhkan masyarakat. Tidak cuma itu, upaya Bulog yang telah ditunjuk sebagai pelaksana one gate import untuk beras dan produk pertanian lainnya dalam rangka pemenuhan stock juga memperoleh perhatian penting Fadholi.

“Rekomendasi (one gate impor) itu sudah sejauh mana ditindak lanjuti, ini menjadi penting untuk diketahui, karena berkaitan soal impor daging dan lain sebagainya,” ungkapnya mengakhiri.

Sumber : Fraksi Nasdem DPR-RI