Petani Rumput Laut Langkenna Diverifikasi Ulang

Terkait Lahan PT SS LNG

Wajo, MC – Pemerintah Kabupaten Wajo menyarankan pihak PT South Sulawesi LNG (SS LNG) Langkenna bersama instansi terkait melakukan verifikasi dan validasi ulang data petani rumput laut dan alat penangkapan ikan (Belle’) yang masuk pada area PT SS LNG Langkenna Desa Pattirolokka – Kecamatan Keera.

Verifikasi dan validasi ulang itu dilakukan karena ada-nya perbedaan data calon penerima ganti rugi. Verifikasi juga bertujuan untuk mengklarifikasi dugaan penerima ganti rugi fiktif.

Ir Sederhana, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan mengungkap hal itu dalam pertemuan bersama dengan pihak terkait, di ruang rapat Kantor Setda Wajo, Senin, 24/3.

“Sebaik-nya kita lakukan pendataan ulang, ini ada perbedaan data antara data awal dengan data yang baru, kita akan cocok-kan dengan hasil fakta di-lokasi,” kata Sederhana.

Verifikasi yang dilakukan ini nanti-nya disesuaikan dengan batas patok dan koordinat pasti lahan pelabuhan PT SS LNG. Begitupula dengan nilai ganti rugi, juga akan dibahas.

“Mana yang sebenar-nya, karena ada yang mengatakan nilai ganti rugi sebesar Rp5juta dan adapula yang menyebut Rp30juta. Maka-nya kita akan luruskan masalah ini sembari turun melakukan verifikasi dan validasi data,” pungkas Sederhana.

Sementara, Sekretaris Dinas Perikanan Ambas A Patau mengutarakan bahwa dinas perikanan dalam hal ini hanya sebatas memfasilitasi petani rumput laut dan pemilik belle’ dengan pihak perusahaan, terutama dalam hal verifikasi jumlah data.

Adapun masalah pembayaran ganti rugi, tekhnis-nya dikembalikan kepada pihak perusahaan, nanti mereka yang berkoordinasi dengan masyarakat yang terkena dampak dari ada-nya pembebasan lahan tersebut.

“Cuma ada sedikit masalah karena, data awal menyebut jumlah penerima sebesar 800orang lebih sementara yang kedua hanya sekitar 300penerima, inilah bagian yang akan diluruskan nanti-nya,” pungkas Ambas. (aci)