Pilkada Wajo Lanjut ke – MK

Wajo, MC – Pemilukada Wajo yang hingga kini telah menetapkan pasangan ASYIK (A Burhanuddin Unru – A Syahrir Kube Dauda) sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Wajo terpilih sesuai hasil rapat pleno KPUD Wajo, Rabu, 25/9 kemarin, nampak-nya tidak menciut-kan nyali pasangan Amran Mahmud – A Yusuf Mahmud Korosi (AYM-Amanah) untuk menggiring proses dan hasil pemilukada Wajo ke-meja Mahkamah Konstitusi (MK).

Berdasarkan info, gugatan pasangan AYM-Amanah terhadap proses dan hasil pemilukada oleh penyelenggara Pemilukada Wajo diserahkan seusai pelaksanaan rekapitulasi suara dan penetapan calon terpilih, siang kemarin.

Hal itu-pun dibenarkan oleh Ketua Tim Media AYM-Amanah, Yadhi Mahmud. Dia mengungkap, gugatan berikut bukti pendukung telah disiapkan sebelum melangkah jauh ke-MK.

“Iya, gugatan masuk hari ini (kemarin, red),” ungkap-nya.

Keputusan pasangan AYM-Amanah untuk menggiring Pilkada Wajo ke MK rupanya mendapat perhatian penuh dari kalangan pemerhati politik di Wajo.

Seperti yang diungkap oleh Muh Sabri Abdul Fattah (MSAF) merespon langkah yang ditempuh pasangan AYM-Amanah untuk melalui jalur hukum dibanding harus mengerahkan massa melakukan demo yang bisa berujung pada sikap resisten terhadap sesama masyarakat.

Hanya saja, kata Sabri, sebagai negara hukum, tentu dalam penyelesaian kasus atau perkara, harus ditopang dengan bukti-bukti yang kuat untuk mencari pembenaran.

Dan perlu diingat, bahwa tidak mudah mengulangi ataupun membatalkan proses dan hasil pemilukada secara total. Seperti contoh, TPS di BTN Tae, hampir tidak ada kecurangan, intimidasi ataupun money politic seperti yang berkembang.

“Apakah TPS seperti itu harus diulang?, itu tidak mungkin. Jelasnya, penggugat bisa optimis menang jika selisih suara hanya nol koma sekian persen. Namun, jika selisih terpaut 5 – 10 persen, itu akan super sulit,” tandas Sabri.(ekha)