Polisi di Pitumpanua Kampanye “Lawan” Narkoba

Wajo, MC – Hari ini, Senin, 2/3, Kepolisian sektor Pitumpanua yang dipimpin langsung oleh Kompol Suardi Kalaseng melakukan gerakan kampanye “Anti Narkoba” (narkotik dan obat-obatan).

Tidak tanggung-tanggung, gerakan ini ditarget menyentuh seluruh elemen dalam wilayah hukum kecamatan Pitumpanua. Gerakan yang dilakukan adalah pemasangan spanduk, sticker dan selebaran berisi pemberitahuan akan resiko narkoba bagi masyarakat.

Kapolsek Pitumpanua, Kompol Suardi Kalaseng kepada mediacelebes.com mengungkap, gerakan tersebut dilaksanakan atas petunjuk dari Kapolres Wajo AKBP Masrur dan Wakil Bupati Wajo A Syahrir Kube Dauda.

Menurutnya, gerakan yang dilakukan adalah upaya kepolisian untuk mempersempit atau bahkan menutup ruang dan waktu bagi para pengedar dan pengguna narkoba yang gentayangan di wilayah hukum Pitumpanua dan di Kabupaten Wajo secara umum.

Masing-masing elemen, saat dipasangkan atau diberikan atribut kampanye, juga diberikan imbauan dan pemahaman akan resiko fatal yang diakibatkan oleh narkoba.

“Kami awali gerakan ini di salah satu sekolah tingkat SMA di Pitumpanua, menyusul beberapa sekolah lainnya hingga kemudian menyisir ditempat-tempat umum, toko, kios pasar, di rumah warga. Secara bertahap akan kami upayakan untuk tersebar secara merata,” ujar kata mantan Kasat Narkoba Polres Wajo ini.

Ditambahkan, pemasalahan Narkoba adalah persoalan sosial yang dihadapi masyarakat dan mendera generasi muda. Melalui pengedaran, penggunaan hingga kemudian kecanduan, itu berefek pada perbuatan negatif.

Makanya, sambung Suardi, dalam spanduk, sticker dan selebaran yang dibagikan, resiko akan penggunaan narkoba dipaparkan agar masyarakat melakukan pencegahan secara dini dan secara berkelanjutan akan peredaran dan penggunaan narkoba ini.

“Karena untuk melakukan pencegahan harus dikerjakan secara bersama, semua elemen harus terlibat didalamnya, termasuk itu elemen masyarakat sendiri. Aparat dan pemerintah dalam hal ini adalah motivator dan melakukan pembinaan, selebihnya adalah dukungan dari para masyarakat untuk melakukan pencegahan dan memboikot gerakan narkoba. Pencegahan dan boikot itu bisa dimulai dari komunitas terkecil yakni dalam rumah tangga masyarakat sendiri,” pungkas Suardi.

Penulis : Sultan, S.Sos