Polres Wajo Ambisi Tangkap Bandar Narkoba

Wajo, MC – Kasus pencurian kendaraan roda empat dan roda dua masih menjadi perhatian aparat Kepolisian Resort (Polres) Wajo.

Dalam sebuah pertemuan dengan elemen wartawan, LSM, tokoh masyarakat dan mahasiswa, di Aula pertemuan Polres Wajo, (Selasa, 24/11), Kapolres Wajo, AKBP Masrur mengungkap beberapa kasus pencurian kendaraan bermotor telah tertangani.

Menurutnya, pencurian kendaraan tidak hanya terjadi di Kabupaten Wajo, namun, kasus seperti ini juga terjadi di kabupaten lainnya.

“Bahkan, tempo hari ada pelaku yang ditangkap di Kabupaten Luwu,” ungkap Masrur.

Tidak hanya menyinggung penanganan ranmor, Masrur kesempatan itu juga paparkan tindak lanjut masalah narkoba dan kupon putih.

“Untuk penanganan narkoba dan kupon putih, sejauh ini aparat kepolisian Wajo telah mengamankan beberapa pelaku. Namun demikian, Polres terus berambisi untuk menangkap bandar-bandar narkoba, baik untuk kasus narkoba maupun kupon putih,” jelas Masrur kembali.

Sementara itu, LSM Sumpulolo-e melalui pembicaranya, Andi Munir berharap agar penanganan narkoba tidak hanya dengan menangkap pemakainya saja.

Dia menyarankan agar kepolisian melakukan penanganan secara tuntas sampai pada pengedar/pemasok ataupun bandar-bandar dari barang haram ini.

Dia menjelaskan, jika polisi hanya terfokus pada tataran pemakai, maka upaya yang dilakukan itu belum efektif.

“Harusnya, penangkapan atau pemberantasan ditingkat pengedar atau bandar-bandar narkoba, itu akan lebih efektif,” kata Munir.

Selain penanganan narkoba, Munir juga mengomentari keberadaan rumah bernyanyi (tempat karaoke) yang belakangan ini mendapat sorotan dari masyarakat, khususnya keberadaan perempuan pendamping atau yang lebih sering dipanggil “ladies”.

“Keberadaan rumah bernyanyi mulai disoroti, karena keberadaan “ladies” yang usut punya usut disiapkan oleh pengelola rumah bernyanyi. Dalam praktiknya, ladies ini tidak hanya menjadi pendamping di dalam room akan tetapi seringkali melakukan trangsaksi diluar jalur dan ini berpotensi merusak, khususnya kalangan muda,” ujarnya. (Sultan)