Polres Wajo Batasi Ijin Keramaian Tiga Kecamatan

Wajo, MC – Kepolisian Resort Wajo membatasi ijin pelaksanaan keramaian hanya sampai pukul 17.00 Wita (Jam 5 Sore). Pembatasan jadwal ini diberlakukan untuk tiga kecamatan di Wajo yang dianggap rawan dengan tindak kriminal.

Tiga kecamatan yang dimaksud ini diantaranya ; Kecamatan Sajoanging, Keera dan Pitumpanua.

Kapolres Wajo, AKBP Masrur mengungkap hal itu di Sengkang, Selasa 21/10 kemarin. Menurutnya, pembatasan ijin keramaian dikeluarkan untuk menghindari terjadinya tindak kriminal yang acapkali terjadi di kawasan utara Kabupaten Wajo ini.

“Kami sudah membatasi ijin keramaian warga pada tiga kecamatan itu, pembatasan diberlakukan mengingat kawasan utara Wajo ini rentang dengan perkelahian atau perselisihan yang berujung terjadinya korban,” ungkap Masrur di Sengkang, Selasa, 21/10.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Keera, dua hari lalu (Senin, 20/10), lanjut Masrur, perkelahian terjadi di acara hajatan pernikahan warga yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang lainnya alami luka, belum kerugian materil berupa tiga unit kendaraan roda dua terbakar.

“Itu menandakan bahwa daerah itu tergolong rawan,” pungkas Masrur.

Lebih lanjut dijelaskan, penanganan kasus yang terjadi di Dusun Batu Cokkong Desa Lalliseng ini sementara dalam tahap pendalaman kasus. Seperti apa motifnya, itu masih dalam tahap penyelidikan.

“Namun demikian, kami telah mengantongi beberapa nama yang disinyalir terlibat dalam kejadian itu, termasuk, pelaku yang melakukan pembakaran terhadap tiga unit kendaraan roda dua di tempat kejadian,” pungkas Masrur.

Seperti diberitakan sebelumnya, dan berdasarkan keterangan Masrur, Kapolres Wajo, peristiwa perkelahian yang mengakibatkan Laddi Bin Merring, salah seorang warga Desa Longka Kecamatan Keera, meninggal dunia.

Dia menerima bacokan senjata tajam tepat pada leher yang dilakukan oleh dua orang pria yang bernama Nabi dan Aco. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.30 Wita di salah satu acara hajatan (pengantinan) warga, Senin, 20/10 lalu.

Kronologisnya, Laddi Bin Merring yang belakangan menjadi korban sementara menonton elekton diacara pengantin. Namun, belum diketahui apa penyebabnya, Laddi kemudian memarangi dua orang laki-laki, Nabi dan Aco yang kini berstatus tersangka.

Karena merasa terdesak, dua laki-laki yang diparangi tadi justru balik menyerang dan mengejar Laddi sehingga terjatuh dan langsung diparangi. Akibatnya, Laddi (korban) alami luka pada bahagian leher hingga meninggal dunia.

(Penulis : Arlin)