Proyek Pasar Modern Dibatalkan, Ini Alasannya…

Kepala Dinas Perdagangan Wajo, Andi Sudarmin (tengah) saat mendampingi Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru dialog tentang usulan pembangunan pasar di kecamatan Bola, baru-baru ini. (Foto : Kha/MC)

Wajo, MC – Proyek pembangunan pusat perbelanjaan tradisional modern seperti yang diwacanakan pemerintah terbangun di kawasan terminal regional, kelurahan Cempalagi, kecamatan Tempe, dibatalkan.

Pemerintah memilih untuk mengalihkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan jalur dua dan memaksimalkan fungsi terminal regional. Pembatalan itu diungkap Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru dalam sebuah acara di Sengkang, baru-baru ini.

“Kita batalkan pembangunan pasar modern, anggarannya kita alihkan untuk pekerjaan jalan dan maksimalkan fungsi terminal regional”, ujar Bupati.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan kabupaten Wajo, Andi Sudarmin mengungkap, pembatalan proyek pasar modern ini ditempuh pemerintah karena terkendala anggaran. Pemerintah belum bisa mengalokasikannya melalui APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah), begitupun bantuan dari pemerintah pusat.

Padahal, kata Dia, syarat dan persyaratan terkait proyek ratusan milyar ini sudah dilengkapi.

“Pekerjaannya sisa menunggu action, namun kita (pemerintah daerah, red) terbuntu pada persoalan anggaran, padahal syarat dan persyaratan lainnya, seperti ; ketersediaan lahan, site plan RAB (rancangan anggaran bangunan) sudah dilengkapi, begitupun dengan proses uji kelayakan juga telah dilakukan”, ujar Sudarmin, Minggu (22 Januari 2017).

Mantan Camat Pitumpanua ini menjelaskan, imbas dari pembatalan itu kemudian membuat pemerintah memilih opsi lain, yakni ; memaksimalkan fungsi pasar yang ada di kota Sengkang, termasuk pasar sentral Sengkang yang saat ini sudah diplot menjadi pusat grosiran.

“Untuk sementara, opsi itu yang kita lakukan, hal itu untuk menjaga agar roda perekonomian masyarakat berjalan dengan baik serta untuk memaksimal fungsi pasar yang ada sekarang ini. Kalaupun ada perubahan, semisal usulan dari masyarakat, pemerintah tentu akan mempertimbangkan dan melakukan pengkajian”, tutur Sudarmin.

Ketika dimintai tanggapan terkait usulan warga yang mengatas namakan Forum Pasar Sentral Sengkang agar pemerintah mengalihkan pembangunan pusat perbelanjaan modern di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) / terminal Callaccu Sengkang, Sudarmin serahkan kepada pimpinannya (Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru, red).

“Kalau masyarakat menginginkan dan pimpinan mengiyakan, selaku lembaga yang membidangi, kami tentu harus melaksanakannya, termasuk melakukan studi kelayakan dan mengkaji beberapa hal yang berkaitan dengan aspek ekonomi, aspek sosial, dan aspek lingkungan”, jelas Sudarmin.

Sekedar informasi, wacana pemerintah daerah mendirikan pusat perbelanjaan tradisional modern digagas pada 2014 silam. Untuk men-goalkan rencana itu, pemerintah daerah telah mengusul anggaran dan melakukan ekspose dihadapan kementerian keuangan.

Hanya saja, selang tiga tahun berjalan, rencana itu kemudian dibatalkan karena terkendala anggaran.

“Terlebih, sekarang ini sudah tersedia pusat perbelanjaan modern yang dibangun oleh pihak swasta. Kondisi seperti ini tentu menjadi perhatian dan dipertimbangkan oleh pemerintah”, ujar Bupati seperti yang dikutip sebelumnya. (SIPD)

Nara Sumber : Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Wajo, Andi Sudarmin