PT WEJ Bantah Jargas Pemicu Kebakaran

Wajo, MC – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Wajo Energy Jaya (WEJ) selaku pengelola jaringan gas (Jargas) rumah tangga membantah jika aliran gas yang didistribusikan kepada masyarakat jadi pemicu terjadi-nya kebakaran di beberapa titik di Kota Sengkang, baru-baru ini.

Menurut WEJ, potensi terjadi-nya kebakaran akibat penggunaan gas sangat kecil. Terlebih, kadar gas yang didistribusikan kepada masyakat tergolong ringan dan aman digunakan.

Andy Febrianto Koordinator Lapangan Jaringan Gas mengungkap hal itu dalam rapat pembahasan terkait kebakaran yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Wajo di Ruang Rapat pimpinan, Kantor Bupati Wajo, Senin 11/8.

Menurutnya, tekanan gas yang dikeluarkan dari rumah induk jargas hanya sebesar 100milibar, sementara yang masuk ke-dalam rumah pelanggan hanya berkekuatan 0,75 millibar. Dibanding dengan gas elpiji yang berkekuatan 2 bar, maka tekanan Jargas ini sangat kecil dan tergolong ringan.

“Jangankan memicu kebakaran, di-sulut menggunakan api rokok saja gas ini sulit terbakar, apalagi sampai mengakibatkan kebakaran,” terang-nya.

Selain itu, lanjut Febrianto, untuk mengantisipasi masalah keamanan, jaringan gas ini terbagi atas tiga valve, dari rumah induk sampai dirumah pelanggan. Ketiga valve itu masing-masing terletak di antara pipa jaringan dengan kompor gas milik warga, valve sambungan tanam dengan meteran dan valve dari rumah induk aliran jargas ini.

“Sehingga bila terjadi kebakaran, pihak Jargas pasti akan melakukan antisipasi dengan menutup aliran gas yang mengalir melalui velve-valve ini,” terang Febrianto kembali.

Sanggahan yang sama juga diutarakan oleh Staf Ahli PT WEJ, Tamrin Mochtar. Menurutnya, pihak Jargas pernah melakukan investigasi langsung dirumah pelanggan dan tidak ditemukan laporan terkait penyebab kebakaran.

Bahkan, kata Tamrin, dalam investigasi WEJ justru mendapat informasi bahwa akibat kebakaran disebabkan karena adanya hubungan arus pendek listrik.

“Kami pernah turun melakukan investigasi, WEJ tidak pernah menerima laporan bahwa penyebab kebakaran dikarenakan aliran jaringan gas ini. Justru sebalik-nya, pelanggan ketika ditanya, merasa aman dan dimudahkan menggunakan gas ini. Tapi, itulah dinamika, dan hal ini tentu menjadi tantangan bagi kami,” terang Tamrin.

Sementara, Asisten Bidang Ekonomi dna Pembangunan Wajo Ir A Sederhana berharap seluruh elemen agar bersinergi memberikan edukasi kepada masyarakat terkait hal ini, khusus-nya melalui media.

Menurutnya, dari awal jargas ini selalu dikaitkan dengan masalah keamanan, namun, hingga kini respon masyarakat akan penggunaan argas ini cukup baik, karena dianggap lebih mudah dan murah.

“Kalaupun ada yang mengatakan jargas tidak aman, saya rasa hal itu perlu diluruskan. Untuk itu, kepada rekan-rekan media agar bisa membantu pengelola untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar masalah ini bisa lebih jelas,” harap Sederhana.

Penulis : Nur Asri, SH