Rangking Pertama Seleksi Staf Ahli Gubernur, Ini Tanggapan Kabag Pemerintahan Wajo

12242182_897333323669532_1958135127_nKabag Pemerintahan Wajo, A Pallawarukka

Makassar, MC – Seleksi terbuka pengisian jabatan tinggi pratama yang dilaksanakan oleh pemerintah tingkat propinsi Sulawesi Selatan, bulan Desember 2015 lalu menempatkan Andi Pallawarukka, dengan nomor registrasi 028/ST/2015 pada urutan pertama dari tiga besar hasil seleksi jabatan Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan tingkat Propinsi Sulsel.

Itu berdasarkan berita acara panitia seleksi nomor 001/BA/PANSEL/II/2016 pertanggal 9 Februari 2016 tentang penempatan peringkat tiga besar hasil tes psikometri, tes tertulis dan wawancara dalam rangka seleksi terbuka pengisian jabatan tinggi pratama lingkungan Propinsi Sulsel tahun 2015.

Andi Pallawarukka yang kini masih menjabat sebagai Kepala Bagian Adm Pemerintahan Kabupaten Wajo ini mengungkap bahwa penempatan atas dirinya pada posisi pertama dalam berita acara seleksi tersebut baru diterima setelah Pansel mengumumkan hasil resmi seleksi secara terbuka melalui situs resmi Badan Kepegawaian Daerah Wilayah Propinsi Sulawesi Selatan.

unnamed Hasil Seleksi Jabatan Tinggi Pratama tingkat Propinsi Sulawesi Selatan untuk Penempatan Jabatan Staf Ahli Gubernur Sulsel (Foto : Medsos)

Sebelumnya, kata mantan Camat Tempe ini, dirinya mengikuti seleksi dan memenuhi syarat dan persyaratan yang ditentukan oleh panitia seleksi, seperti ; syarat kepangkatan dan golongan serta beberapa kelengkapan administasi lainnya. Dia mengaku seleksi itu diikuti oleh 10 orang untuk penempatan posisi jabatan Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan.

“Alhamdulillah nama saya di-urutan pertama, itu baru saya tahu setelah Pansel mengumumkan hasil seleksi di situs resmi BKD Sulsel, saya dapat info-nya dari situs tersebut,” ungkap Pallawarukka melalui via ponsel-nya, Kamis (19/2).

Ketika ditanya tentang kesediaanya untuk meninggalkan posisi jabatan yang ditempati-nya saat ini di Wajo, Alumni Perguruan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) ini menurut perintah atasan. Pallawarukka mengaku bersedia menerima dan menempati posisi jabatan itu sepanjang mendapat persetujuan dan kepercayaan dari para atasan (Bupati dan Gubernur Sulsel, red).

“Sebagai seorang ASN (Aparatur Sipil Negara), saya tentu harus bersedia ditempatkan dimanapun dan posisi jabatan apapun yang dipercayakan oleh atasan. Namun tentu saya tidak euforia atas capaian itu, karena masih ada proses yang harus dijalani setelah seleksi ini, terlebih saya tidak dikenal oleh Bapak Gubernur (Syahrul Yasin Limpo, red), hanya saya yang kenal beliau,” aku Pallawarukka. (aci)