Rekomendasi Bupati Wajo Jadi Acuan Untuk Mengugurkan Bakal Calon

“Dari Sosialisasi Pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Wajo”

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa dan Kelurahan (BPMPDK) Kabupaten Wajo, Syamsul Bahri

Wajo, MC – Kandidat bakal calon kepala desa yang akan maju dan bersaing dalam proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Wajo akhir bulan April 2015 mendatang, sebaiknya mempersiapkan diri dan belajar lebih giat lagi.

Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Wajo melalui Panitia Pemilihan tingkat Kabupaten (PPK) yang dibentuk akan melaksanakan seleksi dan uji kompetensi kepada seluruh kandidat bakal calon kepala desa yang telah mendaftarkan diri di Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD), tanpa kecuali.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa dan Kelurahan (BPMPDK) Kabupaten Wajo, Syamsul Bahri mengungkap bahwa, seleksi dan uji kompetensi yang dilaksanakan oleh pemerintah ini adalah bahagian tidak terpisahkan dari tahap pencalonan dalam pemilihan kepala desa.

Pelaksanaannya dalam bentuk tertulis dan tidak tertulis (wawancara) dengan metode pe-rangkingan, tidak berdasarkan standar nilai kelulusan (passing grade) seperti yang diterapkan dalam proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

“Seleksi dan uji kompetensi ini tidak berdasarkan standar nilai kelulusan, akan tetapi menggunakan metode pe-rangkingan yang diurut berdasarkan akumulasi nilai ujian tertulis dan wawancara yang diikuti oleh para kandidat masing-masing desa”, ungkap Syamsul Bahri kepada mediacelebes.com, Senin, 16/3.

Ditambahkan, setelah seleksi dan uji kompetensi dilaksanakan, PPK dalam hal ini membuat berita acara hasil ujian dan kemudian menyerahkan berita acara tersebut kepada Bupati Wajo untuk mendapat rekomendasi.

Setelah itu, Rekomendasi Bupati Wajo berisi nama dan rangking kandidat bakal calon ini disampaikan kepada masing-masing Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) untuk dijadikan sebagai acuan mengugurkan bakal calon atau dalam proses penentuan minimal 2 (dua) maksimal 5 (lima) calon kepala desa yang resmi ikut dalam pemilihan.

“Jadi, Rekomendasi Bupati Wajo terkait hasil ujian inilah yang menjadi acuan bagi masing-masing PPKD untuk menggugurkan bakal calon yang pendaftarnya lebih dari 5 (lima) orang. Sedangkan, untuk PPKD yang pendaftarnya hanya 2 (dua) orang atau dibawah 5 (lima) orang, tetap akan diberikan salinan rekomendasi hasil ujian untuk diumumkan kepada masyarakat-nya,” pungkas Ancu sapaan Syamsul Bahri.

Sekedar diketahui, pelaksanaan seleksi dan uji kompetensi ini diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Sejauh ini, lembaga terkait dalam hal BPMPDK Kabupaten Wajo telah melakukan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat dan saat ini sementara dalam tahap persiapan pelaksanaan Pilkades.

Senin, 16 Maret 2015 ini, adalah hari pertama proses pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Pelaksanaan Pilkades ini akan dilakukan secara serentak di 108 desa yang tersebar di 13 kecamatan di kabupaten Wajo. (adv)

Penulis : Nur Asri