RSUD Siwa Bawakan Nama Sulsel Ditingkat Nasional

Drg Hj Armin Direktur RSUD Siwa, Drg Hj Armin (kanan) saat menerima Tim Verifikasi Data Nominator Lomba Promosi dan Konseling Kesehatan Reproduksi tingkat Nasional di Siwa, Selasa, 9/6 kemarin.

Wajo, MC – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siwa, Kecamatan Pitumpanua yang dulunya diresmikan penggunaannya oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo tahun 2012 silam, kini berhasil menembus persaingan ditingkat nasional.

Itu setelah rumah sakit type D ini menjadi juara dalam lomba promosi dan konseling kesehatan reproduksi tingkat Sulsel yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.

Direktur RSUD Siwa, Drg Hj Armin mengungkap bahwa rumah sakit yang dibinanya berhasil terpilih menjadi juara ditingkat Propinsi Sulsel dan kemudian menjadi rumah sakit nominator dalam lomba tingkat nasional tahun 2015 ini,  atas dukungan seluruh pihak.

Namun, kata Dia, RSUD Siwa berhasil terpilih karena dilengkapi dengan fasilitas khusus Ruang Konseling.

“Kami memang menyiapkan ruang khusus untuk konseling, hal itu untuk mengimbangi perkembangan kesehatan reproduksi yang mulai memprihatinkan saat ini,” ujar Armin saat menerima tim verifikasi data rumah sakit nominator lomba promosi dan konseling kesehatan reproduksi tingkat nasional di Siwa, Selasa, 9/6 kemarin.

RSUD Siwa, sambung Armin, terletak jauh dari Kota Sengkang (Ibu kota Kabupaten Wajo), namun hal itu tidak menjadi penghalang untuk memberikan pelayanan bahkan menjadi motivasi untuk menjadi rumah sakit terbaik yang ada di Indonesia.

“Salah satu bukti nyata ketika rumah sakit ini didirikan, tak lama kemudian sudah berhasil mendapat¬† Akreditasi Dasar yang ditetapkan oleh Gubernur Sulsel.¬† Itu semua menjadi motivasi bagi kami sehingga bisa menjadi juara tingkat propinsi dan pada tingkat nasional nantinya,” jelas Armin.

Ketua tim Lomba Promosi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Pusat, Ismail menjelaskan bahwa kegiatan lomba promosi dan konseling kesehatan reproduksi dilaksanakan sejak tahun 2011 untuk masing-masing rumah sakit type B, C dan D se Indonesia.

Lomba itu tidak hanya dilakukan bagi rumah sakit pemerintah, namun juga diikuti oleh rumah sakit swasta.

Sejauh ini, lanjutnya, dari 33 propinsi di Indonesia sudah ada 36 rumah sakit dari 22 propinsi yang mengirimkan makalahnya, dan itu akan menjadi bahan kajian untuk melakukan penilaian.

“Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan angka pengidap penyakit PMS, HIV-AIDS serta makin tingginya angka kesakitan kanker alat reproduksi wanita menjadi motivasi pemerintah untuk melaksanakan lomba untuk masing-masing rumah sakit,” terang Ismail. (Sultan)