Sambutan Lebaran, Bupati Wajo Bahas Ekonomi Masyarakat

Penulis : Nur Asri, SH (Pimred Media Celebes)

Wajo, MC – Lebaran idul fitri 1435 hijriah yang dilaksanakan di Lapangan Merdeka Sengkang, Senin, 29/7, dimanfaatkan oleh Bupati Wajo A Burhanuddin Unru untuk menyampaikan permohonan maaf-nya kepada seluruh masyarakat bila selama kepemimpinan-nya ada yang kurang berkenan.

Dia mengaku, selama ini, diri-nya terus bekerja dengan satu tujuan yakni, meningkatkan derajat, kesejahteraan dan penghidupan masyarakat Wajo melalui program-program, namun, bukan tidak mungkin disela pelaksanaan program itu, ada yang salah.

“Saya secara pribadi dan pemerintah Kabupaten Wajo memohon maaf kepada seluruh masyarakat, barangkali dalam kepemimpinan saya di tana Wajo ada yang kurang berkenan. Sesungguh-nya, semua itu tidak terlepas dari kapasitas saya sebagai manusia biasa,” ucap Bupati dalam sambutan-nya.

Dikatakan, pemerintah saat ini menggenjot pelaksanaan program ekonomi, dimana peningkatan pendapatan masyarakat secara menyeluruh menjadi target utama.

Berdasarkan data statistic, jelas Bupati, pendapatan masyarakat Wajo tahun ini sudah mencapai Rp19juta perkapita atau sebesar Rp1,5juta per-orang. Namun, pencapaian itu masih perlu ditingkatkan agar kehidupan masyarakat Wajo bisa lebih baik dari sebelum-nya.

“Oleh itu, pemerintah terus memacu pelaksanaan program yang berkaitan dengan peningkatan ekonomi. Pemerintah sadar, bahwa pendapatan rata-rata masyarakat yang diraih saat ini sebesar Rp1,5juta per-orang, masih perlu ditingkat-kan. Pemerintah menarget pendapatan masyarakat dua kali lipat dari saat ini, atau sebesar Rp30juta per-kapita,” terang Bupati.

Isi sambutan Bupati Wajo itu-pun dihubungkan dengan fakta terkini perekonomian masyarakat. Berdasarkan keterangan Plt Kasubag Protokol Wajo, Sahriani T, peningkatan seperti yang diungkap Bupati dapat dibuktikan dengan semakin bertambah-nya kepemilikan kendaraan oleh masyarakat di Kabupaten Wajo.

Contoh kecil, kata Sahriani, pada tahun-tahun sebelum-nya, saat hari lebaran, kendaraan roda empat yang parkir disekitar lapangan merdeka tidak sebanyak dan sepadat tahun ini.

“Tahun ini, hampir semua akses jalan mengarah ke-Lapangan Merdeka penuh dengan parkir kendaraan roda empat yang berderet panjang. Itu bukti bahwa, penghidupan masyarakat Wajo meningkat. Kepemilikan kendaraan seperti mobil dan motor bisa menjelaskan fakta peningkatan ekonomi yang sebenar-nya,” terang Sahriani. (*)