Sapi di Takkalalla Dilaporkan Sakit, Bupati Wajo Kelihatan Panik

Safari Bupati Wajo Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru

“Kadis Pertanian Luruskan, Sapi Hanya Alergi Makanan”

Wajo, MC – Warga kecamatan Takkalalla keluhkan penyakit yang menjangkiti sapi peliharaan mereka dalam sepekan terakhir. Diakui ada sekitar 30 ekor sapi didaerah tersebut alami gatal-gatal (penyakit kulit).

Untuk itu, warga meminta kepada pemerintah segera menurunkan dokter hewan melakukan pengobatan agar tidak menjalar dan menjangkiti sapi-sapi lainnya.

“Ini makanya kami laporkan kepada Bupati agar menurunkan dokter hewan untuk mengobati sapi didaerah kami,” ujar salah seorang warga kepada Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru dalam dialog Safari Ramadhan jelang buka puasa di kecamatan Takkalalla, Senin petang, 29/6.

Bupati Wajo setelah mendengar informasi dari warga tersebut kelihatan panik dan seakan tidak percaya akan laporan warga itu. Dia menakutkan informasi tersebut membuat resah masyarakat.

Namun demikian, Bupati dengan spontanitasnya meminta Kadis Pertanian dan Peternakan, IB Putu Artana untuk beri penjelasan dan memerintahkan agar dokter hewan turun melakukan pemeriksaan dan menindaklanjuti masalah itu.

“Tadi saya tidak percaya mendengarnya, jangan sampai informasi itu dikarang-karang atau hanya untuk menakut-nakuti. Tapi, setelah mendengar penjelasan Kadis Pertanian, saya baru bisa terima,” imbuh Bupati.

Kadis Pertanian dan Peternakan Wajo, IB Putu Artana menjelaskan bahwa penyakit yang dialami sapi peliharaan warga itu memang sering terjadi, nama ilmiah-nya “Bali Ziekte” khusus menyerang Sapi Bali.

Itu, sambung Putu, setelah sapi memakan tanaman “Lantana Camara” (Bureceng) kemudian kena sinar matahari, maka timbul gatal-gatal dan kulit sapi mengeras seperti krupuk akibat reaksi alergi.

“Tapi warga tidak perlu takut, cukup hindarkan sapi dari tanaman itu tadi agar tidak memakan dan juga jauhkan dari sinar matahari langsung. Untuk penyakit seperti itu belum ada obat khusus, namun sapi peliharaan bisa diberi anti alergi dan antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder,” saran Putu. (aci)